KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Resmikan Pelabuhan Wasior, Jokowi diteriaki warga minta listrik

Selasa, 5 April 2016 12:46 Reporter : Rizky Andwika
Pelabuhan Wasior. ©Kemenhub

Merdeka.com - Pemerintah terus membangun pelabuhan dan bandara di titik-titik terluar di tanah air karena berkomitmen ingin mempersatukan seluruh kabupaten dan provinsi yang ada di tanah air. Saat meresmikan Pelabuhan Wasior di Teluk Wondama, Papua Jokowi diteriaki warga yang mengeluhkan ketiadaan listrik.

Tim Komunikasi Presiden Sukardi Rinakit menjelaskan Presiden Joko Widodo saat meresmikan Pelabuhan Wasior di Kabupaten Teluk Wondama mengatakan pembangunan tersebut bertujuan untuk memudahkan mobilisasi masyarakat.

"Sehingga masyarakat Aceh dapat pergi ke manapun, yang dari sini pun mau ke Sumatera bisa," kata Presiden Joko Widodo, Selasa (5/4).

Pelabuhan Wasior merupakan salah satu pelabuhan yang menjadi bagian dari Tol Laut yang berfungsi untuk menghubungkan seluruh kabupaten di tanah air, meski tahun ini baru dilewati satu rute dari tiga rute Tol Laut. "Tahun depan akan ada 6 rute. Tiketnya disubsidi saja agar masyarakat dapat menggunakannya. Inilah yang akan mempersatukan kita," katanya.

Pelabuhan Wasior ©Kemenhub



Selain Pelabuhan Wasior, Jokowi mengatakan bahwa pada akhir tahun 2015 dan awal 2016 telah selesai dibangun 27 pelabuhan laut. Pemerintah juga telah selesai membangun 4 Pelabuhan Penyeberangan, 7 Bandara Baru dan 12 Bandara Pemugaran.

"Pemerintah juga membangun 68 pelabuhan laut lagi yang tersebar di Maluku, Papua, NTT dan Sulawesi," katanya.

Selain itu, Jokowi menjelaskan pelabuhan-pelabuhan itu dibangun selain untuk angkutan penumpang juga untuk mempermudah angkutan barang. Meski, keberadaan pelabuhan di beberapa lokasi tidak serta merta menurunkan harga barang-barang, karena untuk pengangkutan barang masih memerlukan konektivitas dengan moda transportasi lainnya yang tergantung dengan sarana infrastruktur yang dimiliki.

Jokowi memberikan gambaran yang terjadi di Papua. Di Merauke di mana telah ada pelabuhan, sehingga barang darimanapun sudah bisa tiba di Merauke, tapi untuk melanjutkan pengiriman kebutuhan masyarakat atau logistik ke wilayah Pegunungan Tengah diperlukan jalan darat. "Harga bensin hingga Rp 60 ribu semen Rp 800 ribu karena jalan darat tidak ada. Tahun ini jalan darat bisa tembus," ucap Presiden.

Jalan darat juga tengah dibangun dari Manokwari-Wendesi-Wasior dan hanya tersisa 30 km yang belum terselesaikan. "Tahun depan semoga sudah tembus. Ini janji Menteri PU, bukan janji saya," katanya.

Jokowi menjelaskan bahwa konektivitas antar kota-kabupaten dan juga lintas moda transportasi akan menjadikan harga barang-barang menjadi sama di semua tempat. "Kalau semua sambung, barang-barang akan sama harganya di semua tempat," ujar Presiden.

Presiden sempat bertanya tentang harga semen di Teluk Wondama, "Berapa harga semen?" "Delapanpuluh ribu," jawab warga serempak. "Berapa harga bensin?" tanya Presiden. "Duabelas ribu," jawab warga. "Kok mahal ya? Kalau ke daerah saya akan cek bila ada kekeliruan," ucap Presiden.

Presiden menjelaskan bawah pengecekan kondisi yang terjadi di masyarakat merupakan bagian dari tugasnya. "Harus diselesaikan kalau ada masalah. Kalau ada salah harus diluruskan. Itulah perlunya turun ke bawah atau lapangan," ujar Presiden.

Saat akan meresmikan Pelabuhan Wasior, warga yang hadir di acara tersebut berteriak, "Lampu...lampu..lampu". Presiden balik bertanya kepada warga, "Lampu? Listrik maksudnya. Hampir semua provinsi mengalami masalah krisis listrik," kata Presiden.

Krisis listrik ini, ucap Presiden, terjadi karena adanya keterlambatan membangun pembangkit listrik. "Hampir di semua provinsi ada yang sehari byar-pet 8 kali, 4 kali, 3 kali. Nanti saya bicarakan dengan Bapak Bupati," ucap Jokowi.

Di awal sambutannya, Presiden menyampaikan rasa senangnya berada di Teluk Wondama. Terlebih lagi ketika menerima sapaan masyarakat di Pelabuhan Wasior yang ramah sekali. "Tadi di jalan bersalaman sangat hangat, sampai diguncang-guncang tangan saya," kata Presiden yang disambuk tepuk tangan para undangan.

Sebelum Presiden menyampaikan sambutan, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan melaporkan bahwa Bandara Margono, Kabupaten Teluk Wondama hanya memiliki runway sepanjang 600 meter dan tidak dapat diperpanjang lagi.

Mendengarkan laporan Menteri Perhubungan, Presiden memutuskan untuk membangun bandara dengan runway yang panjang. "Tapi tugasnya gubernur dan bupati menyiapkan lahan. Tahun depan airport dibangun," ucap Presiden. [bal]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.