Relawan Jokowi geram bos Pemred Obor Rakyat jadi komisaris Antam

Senin, 27 Juli 2015 12:48 Reporter : Muhammad Sholeh
Relawan Jokowi geram bos Pemred Obor Rakyat jadi komisaris Antam budiman-velix. ©wordpress.com/blogspot.com

Merdeka.com - Duduknya Velix Vernando Wanggai sebagai komisaris PT Aneka Tambang Tbk mendapat kecaman dari banyak pihak. Selain PDIP, relawan pendukung Jokowi atau PROJO mengkritik Velix yang dulunya adalah bos dari Setiyardi Budiono, Pemimpin Redaksi (Pemred) Obor Rakyat, tabloid yang memfitnah dan menghina Jokowi dalam musim Pilpres 2014 lalu mendapat jabatan strategis di PT Aneka Tambang Tbk.

"Bangsa ini memang bukan milik satu kelompok atau golongan. Siapa pun anak bangsa berhak dan punya tanggung jawab untuk memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan republik. Tapi bila ada pihak-pihak yang sebelum nya menebar fitnah dan menolak Nawa Cita masuk dalam pemerintahan Jokowi, maka dipertanyakan, bagaimana mungkin yang bersangkutan akan bekerja sepenuh hati? Ada agenda apa di balik semua ini? Dan siapa yang bertanggung jawab meloloskannya? " ujar Ketua Umum PROJO, Budi Arie, saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Senin (27/7).

Budi yang mengomandani relawan-relawan Pro Jokowi itu mengaku banyak dapat pertanyaan soal pengangkatan Velix sebagai salah satu Komisaris di PT Aneka Tambang. Menurut Budi, tak sedikit relawan pendukung Jokowi yang geram dan menyayangkan pengangkatan Velix.

"Saya mendapat banyak pertanyaan dari teman-teman seluruh Indonesia, kok banyak figur-figur yang membenci Presiden malah dimasukkan? Apakah mereka tidak menyabot dan menggagalkan program pemerintah? Siapa yang bertanggung jawab terhadap kejadian ini?" tanya Budi.

"Banyak teman-teman para loyalis Jokowi geram dan keberatan. Para relawan juga mengindikasikan mereka adalah pihak-pihak yang berusaha membangun opini negatif masuknya para relawan sebagai komisaris dan jabatan publik lainnya," tambahnya.

Lebih lanjut, Budi menegaskan, para loyalis Jokowi sudah menyadari bahwa pemerintahan Jokowi hanya bisa berjalan dengan baik, bila dibersihkan dari anasir-anasir lama. Kata dia, PROJO juga sudah mengidentifikasi siapa-siapa, baik di BUMN atau lembaga pemerintahan yang bermain dua kaki.

"Kami juga mendesak Polri untuk menuntaskan kasus Obor Rakyat. Kasus ini harus tuntas agar menjadi pelajaran bagi demokrasi ke depan. Para dalang dan donatur nya harus bertanggung jawab secara hukum," pungkas Budi.

Seperti diketahui, Velix kini menjabat sebagai salah satu komisaris PT Antam Tbk, lewat Rapat Umum Pemegang Saham pada 31 Maret 2015. Velix sudah menduduki jabatan ini sejak 30 April 2013 atau saat era pemerintahan Presiden SBY.

Uniknya, di era Jokowi, bekas loyalis SBY ini tidak hanya menjabat sebagai komisaris BUMN prestisius, tetapi juga menjadi pejabat eselon II Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera). Velix didapuk sebagai Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PU-Pera di bawah kepemimpinan Menteri Basuki Hadimuljono. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini