Rektor Unila Punya Orang Kepercayaan untuk Kumpulkan Uang Mahasiswa Titipan

Jumat, 2 Desember 2022 13:08 Reporter : Merdeka
Rektor Unila Punya Orang Kepercayaan untuk Kumpulkan Uang Mahasiswa Titipan rektor unila karomani. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Rektor nonaktif Universitas Lampung (Unila) Karomani memiliki orang kepercayaan yang bertugas memuluskan penerimaan mahasiswa baru jalur khusus yang menyerahkan uang.

Karomani diduga sengaja menawarkan kemudahan menjadi mahasiswa baru di Unila dengan menyerahkan sejumlah uang. Itu terungkap saat tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Karyawan BUMD Harwanto, PNS I Wayan Mustika, dan Irvia Marcello (mengurus rumah tangga).

"Para saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dugaan adanya tawaran melalui orang kepercayaan KRM (Karomania) untuk memudahkan kelulusan mahasiswa baru dengan memberikan sejumlah uang," ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (2/12).

Untuk diketahui, dalam persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK menampilkan 23 nama mahasiswa yang dititipkan melalui Rektor Unila Karomani. Dari 23 nama mahasiswa itu, terdapat sejumlah nama pejabat yang diduga menitipkan mahasiswa tersebut.

Salah satunya yakni Mendag Zulkifli Hasan dan Utut Adianto. Sementara nama pejabat lainnya yakni anggota DPR Tamanuri dan Muhammad Khadafi, kemudian politisi senior asal Lampung, Alzier Dianis Thabrani hingga Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad.

KPK bakal mendalami unsur pidana yang diduga dilakukan pejabat negara yang menitipkan calon mahasiswa baru (maba) Universitas Lampung (Unila) melalui Karomani.

"Nah, kita lihat kembali ini pasal apa? Pidana korupsi apa? Kalau di situ suap, kalau memang nanti ada alat buktinya, pemberian dan penerimaan, ya kita bisa permasalahkan, kita bisa gali lebih dalam," ujar Deputi Penindakan KPK Karyoto di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (1/12).

Karyoto menyatakan pihaknya bakal mencari alat bukti dan keterangan lain berkaitan dengan dugaan perbuatan Utut Adianto. Menurut Karyoto, jika Utut turut memberikan uang saat menitipkan mahasiswa baru, maka hal tersebut masuk dalam ranah pidana suap.

"Kalau sampai ini dijadikan komoditas sebagai jual beli, terus kemudian untuk kepentingan keuntungan orang-orang tertentu, ini lah yang secara moral jelas tidak bagus. Karena orang yang mau sekolah kenapa diberikan beban yang luar biasa," kata Karyoto.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron pernah mengungkapkan, uang suap yang diterima Karomani dari para orangtua calon mahasiswa baru Unila ini digunakan untuk deposito hingga membeli emas batangan.

"Uang tersebut (hasil suap) telah dialih bentuk menjadi tabungan deposito dan emas batangan," ujar Ghufron di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Minggu (21/8).

Ghufron tidak memerinci total emas dan deposito yang dimiliki Karomani dari hasil suap. Namun menurut Ghufron, tak semua uang suap dijadikan barang dan deposito oleh Karamoni, masih ada juga dalam bentuk uang tunai.

"Tersimpan dalam bentuk uang tunai dengan total seluruhnya sekitar Rp4,4 miliar," kata Ghufron.

KPK menetapkan Rektor Universitas Negeri Lampung (Unila) Karomani sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penerimaan calon mahasiswa baru pada Unila 2022.

Selain Karomani, KPK juga menjerat tiga tersangka lainnya, yakni Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila Heryandi Lampung, Ketua Senat Unila Muhammad Basri, dan Andi Desfiandi selaku pihak wasta atau terduga penyuap.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menyebut Rektor Universitas Negeri Lampung (Unila) Karomani memasang tarif hingga Rp350 juta bagi calon mahasiswa yang ingin lolos dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru Unila.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com [noe]

Baca juga:
KPK Dalami Unsur Pidana Anggota DPR Diduga Titip Mahasiswa Baru di Unila
PAN: Zulkifli Hasan Tidak Pernah Beri Uang ke Rektor Unila

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini