Rektor Sebut Dosen IPB Tersangka Pemasok Bom Molotov Kerap Jadi Motivator

Kamis, 3 Oktober 2019 13:20 Reporter : Merdeka
Rektor Sebut Dosen IPB Tersangka Pemasok Bom Molotov Kerap Jadi Motivator Rumah Dosen IPB. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria menyebut dosen Abdul Basith yang menjadi tersangka pemasok bom molotov merupakan sosok yang baik dan suka menolong. Bahkan, Basith aktif sebagai motivator.

"Sehari-hari dia termasuk dosen yang sangat baik, suka menolong, kemudian aktif sebagai motivator. Kemudian sangat menginspirasi, memiliki kemampuan retorika yang sangat baik dan sebagainya," kata Abdul Basith di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (3/10).

Untuk itu, dia tak menyangka dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB itu menjadi tersangka pemasok bom molotov untuk aksi mujahid 212. Kendati begitu, Arif menyatakan bahwa pihak kampus telah menyerahkan kepada polisi terkait kasus ini.

Arif menuturkan pihak kampus akan tetap memberikan pendampingan kepada keluarga Abdul Basith. Dia meyakini masalah ini menjadi pukulan berat buat keluarga Basith.

"Intinya kami melakukan pendampingan kepada keluarga, secara mental kami juga harus terus membuat keluarga tetap sabar dan tabah. Ini kan sebuah pukulan yang sangat besar buat sahabat, keluarga, dan institusi," jelasnya.

IPB sendiri telah memberhentikan sementara Abdul Basith sebagai dosen, usai ditetapkan sebagai tersangka. IPB mengaku masih menunggu surat resmi penetapan tersangka dan penahanan Basith dari Polda Metro Jaya.

"Jadi sekarang kami menunggu surat resmi dari kepolisian sebagai dasar untuk nonaktifkan sementara karena itu aturan dalam manajemen kepegawaian. Itu peraturan pemerintah," ujar dia.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan dosen IPB University berinisial AB dan sejumlah rekan lainnya sebagai tersangka pemasok bom molotov untuk aksi mujahid 212. AB sendiri berperan sebagai pemasok bom molotov untuk aksi Mujahid 212 pada Sabtu 29 September 2019 lalu.

AB merekrut pelaku lain berinisial S alias L, untuk memproduksi bom molotov. Selain itu, pelaku lain juga direkrut berinisial OS dengan tugas mencari dana untuk eksekutor di lapangan.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Penangkapan Dosen IPB
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini