Rekonstruksi perampokan Pulomas, istri kedua Dodi ikut dihadirkan

Kamis, 19 Januari 2017 13:27 Reporter : Ronald
Rekonstruksi perampokan Pulomas, istri kedua Dodi ikut dihadirkan Pra rekonstruksi perampokan Pulomas. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Polres Metro Jakarta Timur menggelar rekonstruksi perampokan disertai kekerasan di rumah Dodi Triono, Jalan Pulomas Utara, Nomor 7A, Jakarta Timur. Dalam rekonstruksi yang digelar, polisi tak melibatkan Janet, yang merupakan anak almarhum Dodi.

"Hanya Janet yang tidak hadir, yang lain hadir," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di lokasi, Kamis (19/1).

Dalam rekonstruksi hadirkan pengacara dari salah satu pelaku. Selain pengacara pelaku, Jaksa Penuntut Umum dan penyidik dari kepolisian juga diajak mengikuti rekonstruksi tersebut.

"(Ada keluarga?) Ada. Tapi tak ikut rekon. Ya keluarga, istri yang kedua ada, orangtua korban ada," kata dia.

Menurut Argo, para pelaku ditetapkan pasal berlapis. Yakni Pasal 340, Pasal 338, Pasal 365, dan Pasal 333 tentang perampokan disertai dengan kekerasan.

"Jadi ada adegan berupa perencanaan sebelum melakukan perampokan dan sehingga yang bersangkutan para tersangka berkumpul di Cisarua Bogor, dari sana merencanakan dan membawa beberapa alat, obeng, golok, disiapkan semua, perencanaan sedang digali," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan langsung penghargaan berupa sertifikat, kepada anak buahnya yang telah berhasil mengungkap dan juga menangkap pelaku sadis di Jalan Pulomas Utara, No 7A, Jakarta Timur. Di mana sebanyak 87 anggota yang terlibat ungkap kasus tersebut diberikan penghargaan.

Penghargaan tersebut digelar di halaman Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Tito hadir sebagai inspektur upacara dalam apel pemberian penghargaan ini.

Dalam sambutannya, Tito menyampaikan penghargaan ini diberikan karena dirinya melihat kasus perampokan Pulomas adalah kasus yang sudah masuk taraf nasional.

"Ini pemberitaan sudah masuk nasional. Selain itu anggota dapat mengungkap kasus ini bukan hitungan minggu atau bulan, tapi dalam hitungan jam dan hari," kata Tito, Rabu (18/1).

Mantan Kapolda Metro Jaya ini pun menyebutkan, dirinya akan menerapakan reward (penghargaan) dan punishment (hukuman) kepada seluruh jajarannya.

"Ini sebagai program saya juga sebagai pemimpin Polri, di mana saya akan konsisten menerapkan reward dan punishment," katanya.

Seperti diketahui, sebanyak 11 orang disekap dalam kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter. Lima orang harus dilarikan ke rumah sakit, sementara itu lima orang lainnya meregang nyawa karena kehabisan oksigen.

Hanya hitungan hari, petugas gabungan dari Polda Metro Jaya dan juga Polres Jakarta Timur, berhasil meringkus semua pelaku keji tersebut. Satu dari empat pelaku terpaksa harus diberi timah panas karena melawan, yakni Ramlan Butar Butar yang sebagai otak dari perampokan tersebut. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Pembunuhan Pulomas
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini