Rekonstruksi pengemudi Mercy tabrak pemotor hingga tewas, 42 adegan diperagakan

Rabu, 29 Agustus 2018 13:06 Reporter : Arie Sunaryo
Rekonstruksi pengemudi Mercy tabrak pemotor hingga tewas, 42 adegan diperagakan Rekonstruksi pembunuhan dengan tabrak Mercy. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Ratusan warga memadati lokasi rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan dengan tersangka bos perusahaan cat, Iwan Adranacus, Rabu (29/8). Warga mulai berdatangan sejak pukul 8.00 pagi di Jalan KS Tubun Manahan dan sekitar simpang empat eks Pemuda Teater, Jalan RM Said dan MT Haryono. Rekonstruksi juga dihadiri dari pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo.

Pantauan di lokasi, rekonstruksi di eks Pemuda Teater, Sambeng, Banjarsari, dimulai pukul 09.25 WIB. Titik itu menjadi lokasi pertemuan awal korban dengan tersangka. Tampak puluhan polisi bersenjata lengkap mengamankan jalannya rekonstruksi. Petugas memasang garis polisi, mulai dari jalan RM Said atau depan Sasono Krido Warga Mangkubumen sampai dengan jalan MT Haryono arah ke selatan.

Beberapa ruas jalan juga terpaksa ditutup sementara, yakni Jalan MT Haryono. Sedangkan ruas Jalan RM Said diberlakukan satu arah dari timur ke barat.

Pukul 09.42 WIB sebuah mobil sedan berwarna hitam tiba di lokasi. Mobil ini menggantikan mobil Mercedes Benz milik tersangka yang digunakan untuk menabrak Eko Prasetio hingga tewas.

"Rekonstruksi ini dilakukan oleh tersangka mulai dari pertama kali dia bertemu korban hingga tempat kejadian perkara (TKP) di mana tersangka menabrak korban yang mengendarai sepeda motor hingga tewas," ujar Kasatreskrim Polresta Surakarta, Kompol Fadli.

Menurut Fadli, ada 42 adegan yang diperankan langsung oleh tersangka selama sekitar 90 menit. 42 adegan diperankan Iwan Adranacus di tiga lokasi, yakni di Jalan MT Haryono, Jalan Menteri Supeno, dan Jalan KS Tubun tempat Iwan secara sadis menabrak Eko Prasetio.

Dalam rekonstruksi tersebut diketahui pelaku dan korban beberapa kali cekcok. Yaitu di APILL Jalan RM Said saat Eko merasa mobil Iwan menghalangi jalan. Kemudian Eko mengetuk pintu mobil Iwan, bermaksud untuk mengatakan bahwa mobilnya menghalangi jalan. Tetapi dalam rekonstruksi menunjukkan bahwa Iwan tak mendengar apa yang dikatakan Eko.

Selanjutnya juga diperagakan saat teman Iwan justru keluar dari mobil dan menempeleng kepala korban. Setelah cekcok tersebut, digambarkan juga saat korban mengacungkan jari tengah ke arah Mercy yang dikendarai Iwan.

Sementara itu dalam rekonstruksi di Jalan Menteri Supeno, diketahui bahwa saat korban dan pelaku sudah berpisah, Iwan menurunkan teman-temannya di rumah Iwan yang berada di kawasan Jalan Menteri Supeno. Saat mobil diparkir di pinggir jalan, tiba-tiba Eko menghampiri mobil tersebut dan menendang bagian belakang mobil Mercy.

Kemudian Iwan pun mengejar Eko hingga ke arah Jalan KS Tubun, hingga peristiwa penabrakan sadis terjadi. Sebelum ditabrak, dalam rekonstruksi itu dijelaskan bahwa Iwan dan Eko sempat cekcok lagi di Jalan KS Tubun samping jalur lambat Jalan Adi Sucipto.

Usai cekcok, Iwan kemudian mengejar lagi Eko hingga motor Eko ditabrak hingga tersungkur dan menghembuskan napas terakhir.

"Ada 42 adegan yang dilakukan tersangka dalam rekonstruksi ini. Secara umum hampir sama dengan penyidikan yang sudah dilakukan, baik dari keterangan saksi, olah TKP dan keterangan tersangka," jelas Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Haribowo.

Berdasarkan rekonstruksi tersebut, ia menduga mobil Iwan menghalangi Eko. Karena mobil Iwan berhenti di jalur kiri jalan raya saat APILL menunjukkan lampu merah, tetapi jalur kiri tersebut seharusnya untuk pengendara yang akan belok kiri.

"Kita mendapat fakta bahwa mobil Iwan yang mengganggu pengendara yang ingin belok kiri. Karena di APILL itu kiri tetap jalan saat lampu merah," jelasnya. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini