Rekan sebut Co Pilot Harvino pindah ke Lion Air JT 610 karena punya lisensi

Jumat, 2 November 2018 15:28 Reporter : Kirom
Rekan sebut Co Pilot Harvino pindah ke Lion Air JT 610 karena punya lisensi Karangan bunga ucapan duka cita di rumah co Pilot Harvino. ©2018 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Rekan Co Pilot Lion Air JT 610 Harvino, Yelal F mengungkapkan bahwa di hari kecelakaan korban seharusnya melayani penerbangan rute Jakarta- Malang. Namun karena Co Pilot JT 610 belum memiliki lisensi, korban akhirnya berpindah penerbangan untuk melayani rute Jakarta-Tanjung Pinang tersebut.

"Itu biasa sebenarnya, karena banyak yang yang belum memiliki lisensi untuk Boeing jenis Max ini. Inikan (Max) model terbaru Boeing, sebelumnya tipe NG," kata Yelael yang pernah satu sekolah bersama korban di Sekolah Penerbang Avindo Angkasa serta pernah menjadi penerbang di Lion Air.

Hal ini Yelal ungkapkan saat ditemui wartawan di rumah duka Harvino, komplek Perumahan Serpong Green Park 2, Tangerang Selatan.

Berdasarkan jadwal sebelumnya, Harvino terbang untuk tujuan Jakarta-Malang. "Harusnya dia itu ke Malang, bukan ke Pangkal Pinang," ucapnya.

Pesawat jenis Boeing tipe Max lanjutnya, adalah keluaran terbaru Boeing, setelah Boeing terlebih dahulu mengeluarkan pesawat tipe NG.

Tipe ini diklaim memiliki spesifikasi lebih modern dan merupakan penyempurnaan dari generasi sebelumnya (NG).

"Lebih canggih fitur-fiturnya, lebih efisien hemat bahan bakar, sistem navigasinya sudah full," ucap dia.

Sepengetahuannya, di maskapai Lion Air sendiri penerbang berlisensi Boeing Max masih belum terlalu banyak, di banding penerbang untuk Boeing NG.

"Sudah banyak juga ada sekitar 60 persen dari pilot Lion Air, tapi 40 persen masih belum. Memang ada training untuk upgrade ke Max, dan Harvino sudah memiliki. Jadi karena itu dia berubah jadwal," ucapnya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini