Hot Issue

Reaksi Setelah 4 Hari Disuntik Vaksin Sinovac

Rabu, 2 September 2020 07:04 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Reaksi Setelah 4 Hari Disuntik Vaksin Sinovac Calon Vaksin buatan Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology Rusia. ©REUTERS/HO-The Russian Direct Investment Fund (RDIF)/aa.

Merdeka.com - Lemas dan menggigil dirasakan Dika, usai disuntik vaksin anti Covid-19 buatan Sinovac Biotech. 28 Agustus lalu, mahasiswa di salah satu perguruan tinggi Bandung ini disuntik vaksin asal China tersebut.

Setelah berpikir berulang kali untuk menjadi relawan vaksin Sinovac, Dika akhirnya memutuskan untuk ikut membantu penanganan virus asal Wuhan China tersebut.

"Lemas sedikit saja sih. Jadi pengen langsung tidur di rumah, terus kayak menggigil kedinginan gitu, tapi setelah itu biasa saja," ujar Dika saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (1/8).

Tidak ada perubahan pola hidup selama empat hari usai disuntik vaksin. Baik nafsu makan, maupun jam tidurnya tetap sama seperti biasa. Walaupun sehabis disuntik ia merasa mengantuk, malamnya ia tetap tidur larut.

"Saya baca-baca katanya ada yang nafsu makannya bertambah. Saya teh enggak, padahal pengen, biar berat badan naik hahaha," ujarnya diselingi canda.

"Tetap saja sih tidurnya jam 2 pagi. Sudah kebiasaan kali ya, namanya juga anak semester akhir. Yang lain sudah lulus saya masih skripsi," imbuhnya sambil tertawa.

Keputusannya menjadi relawan vaksin Covid-19 ini tergolong berani. Bahkan, Dika tak memberitahu kepada orangtuanya. Dika menjadi satu dari ribuan relawan yang disuntuk di Puskesmas Ciumbuleuit.

Hatinya tak bisa bohong, awalnya rasa takut menghantui Dika. Tapi tekadnya untuk menjadi relawan sudah sangat bulat. Tak bisa digoyahkan lagi.

Dia pertama kali tahu informasi soal pendaftaran relawan melalui media sosial Twitter. Dika memberanikan diri untuk daftar pada 13 Agustus lalu ke RS Hasan Sadikin Bandung melalui WhatApp.

Dika mengaku, butuh waktu cukup lama untuk memberanikan diri menjadi relawan vaksin buatan China ini. Bahkan tidak terbesit sama sekali di pikirannya. Saat ia membaca persyaratan pendaftaran, ia merasa dirinya memenuhi syarat, namun masih banyak keraguan dan ketakutan di dalam dirinya. Ia mengaku takut jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Takut sih awalnya. Takut banget malah. Apalagi di twitter dibercandainnya kaya gitu kan. Kesannya yang jadi relawan tuh kelinci percobaan," kenang dia.

Selain itu, pria berusia 22 tahun itu juga mengaku takut, bila ternyata hasil test kesehatan sebelum disuntik vaksin, menunjukkan bahwa dirinya merupakan pasien Covid-19 ataupun pernah kontak erat dengan pasien Covid-19.

"Iya takutnya kan malah pas diperiksa, ternyata saya yang positif Covid atau ternyata punya penyakit apa gitu, tapi ya bismillah aja deh sehat," ujarnya.

Ketakutan yang ia pikirkan selama dua minggu itu pun hilang juga saat dirinya dinyatakan lolos kriteria relawan vaksin Sinovac.

Baca Selanjutnya: Kriteria yang harus dipenuhi pertama...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini