Sepuluh orang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kartika Makassar nekat datangi lokasi wisata air terjun Pung Bunga, Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, atau sekitar 45 kilometer dari Makassar, Rabu, (10/2). Padahal oleh pemerintah setempat lokasi wisata itu tersebut telah ditutup karena kerap memakan korban.
Tidak ada pengunjung lain selain para remaja ini. Naas, dua di antara siswa ini hilang, diduga tenggelam setelah terbawa arus. Kedua korban, Raihan dan Gedeon kemudian ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi tidak bernyawa lagi.
Awalnya, korban Raihan ditemukan di kedalaman 5 meter pukul 18.45 Wita, Rabu, (10/2). Dan hari ini, korban Gedeon ditemukan pukul 08.50 Wita, Kamis, (11/2).
Kepala Basarnas Makassar, Djunaidi menjelaskan, laporan diterima pukul 14.40 Wita, Rabu siang kemarin. Tim segera ke lokasi dan melakukan pencarian, dibantu unsur TNI dan Polri.
"Korban tenggelam di air terjun Pung Bunga. Salah satu korban mengalami kram dan tenggelam, temannya berniat untuk membantu, namun rupanya ikut terbawa arus air terjun. Kedua korban berhasil ditemukan, sudah meninggal dunia. Korban Raihan kemarin sore ditemukan, korban Gedeon ditemukan tadi pagi", kata Djunaidi.
Sementara Kapolsek Moncongloe, Maros, AKP Syaharuddin menjelaskan, kawasan wisata air terjun ini sebenarnya sudah ditutup oleh pemerintah karena kerap menelan korban. Sudah dipasang police line tapi ada yang melepasnya.
"Ada 10 orang siswa yang datangi tempat ini. Awalnya sudah bermaksud pulang karena sudah menjelang sore. Hanya saja, satu di antara turun lagi tapi justru tenggelam. Satu temannya bermaksud menolong tapi terseret arus dan akhirnya tenggelam juga," kata AKP Syaharuddin.