Ratusan Karyawan Pabrik Garmen di Sukoharjo Tuntut Gaji dan THR

Rabu, 13 Mei 2020 16:25 Reporter : Arie Sunaryo
Ratusan Karyawan Pabrik Garmen di Sukoharjo Tuntut Gaji dan THR Karyawan garmen di Sukoharjo demo dan blokade jalan pabrik. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Aksi demonstrasi terjadi di depan pabrik garmen PT Tyfountex, Jalan Slamet Riyadi, Desa Gumpang, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (13/5). Ratusan karyawan yang dirumahkan sejak 30 April lalu menuntut pembayaran gaji dan tunjangan hari raya (THR).

Selain menggelar orasi, para pendemo juga memblokade pintu masuk pabrik. Akibat tindakan tersebut, karyawan yang akan beraktifitas terganggu.

Perwakilan Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) Mardiyanti, mengatakan aksi tersebut merupakan puncak kekecewaan karyawan terhadap perusahaan yang telah merumahkan karyawan, namun belum memenuhi hak berupa gaji bulan April dan THR.

Menurut dia, para buruh kali terakhir menerima gaji sesuai UMK Kabupaten Sukoharjo pada bulan Maret lalu.

"Para buruh ini berkerja penuh sepanjang bulan April, tapi gaji sampai sekarang tidak dibayarkan. Kami datang ke sini menanyakan hak gaji dan THR yang belum dibayar," kata Mardiyanti.

Menurut dia, total ada sekitar 1.200 karyawan yang hingga saat ini belum menerima gaji bulan April. Para buruh khawatir molornya pembayaran gaji berimbas pada pembayaran THR.

Padahal para karyawan tersebut mempunyai keluarga yang butuh hidup. Apalagi saat ini para buruh tidak ada lagi pemasukan setelah dirumahkan.

"Kami mohon persoalan ini jangan dianggap remeh perusahaan," tandasnya.

Sementara pihak manajemen PT Tyfountex saat dimintai keterangan, enggan memberikan pernyataan pada awak media.

Kabid Perhubungan Industrial Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dispenker) Sukoharjo, Suharno, menyampaikan, hasil mediasi selama dua jam antara kedua belah pihak menghasilkan titik temu. Di mana manajemen mengutamakan pembayaran gaji kepada karyawan aktif sekitar 1.000 orang. Sementara perwakilan buruh meminta 2.438 karyawan yang dirumahkan agar gaji yang belum dibayar segera dilunasi.

"Hasil mediasi yang kita lakukan siang ini deadlock. Manajemen PT Tyfountex tidak bisa memberi kepastian, sehingga meminta mediasi dilanjutkan lain waktu. Termasuk pembayaran THR juga belum jelas," pungkas Suharno. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini