Ratusan Buruh di Jatim Tuntut Urun Biaya BPJS Digratiskan dan Tolak TKA China

Rabu, 6 Februari 2019 16:51 Reporter : Moch. Andriansyah
Ratusan Buruh di Jatim Tuntut Urun Biaya BPJS Digratiskan dan Tolak TKA China Demo ratusan buruh di Jatim. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Memperingati HUT Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)ke-20, ratusan buruh se-Jawa Timur menggelar aksi di depan Gedung Grahadi Surabaya, Jalan Gubernur Suryo, Rabu (6/2).

Pada aksi yang digelar serentak di seluruh Indonesia ini, para buruh mengajukan beberapa tuntutan. Salah satunya soal Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan gratis.

Menurut para buruh, mestinya pemerintah memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat. Bukan malah memberi beban. "Setiap manusia butuh sehat, karena dengan sehat manusia bisa melakukan aktivitasnya," kata salah satu orator aksi di atas mobil komando.

Oleh sebab itu, lanjutnya, "Kita suarakan juga bahwa kita tolak Permenkes Nomor 51 Tahun 2018 tentang Urun Biaya BPJS. BPJS gratis bukan berbayar. Sepakat saudara? Sepakat saudara," teriaknya lagi.

Selain menyuarakan BPJS gratis, para buruh juga menolak upah murah, TKA China, penghapusan sistem outsourching berkedok pemagangan dan mendukung Capres-Cawapres serta Caleg yang pro buruh pada Pemilu 2019.

Di kesempatan yang sama, para buruh FSPMI Jawa Timur juga mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Soekarwo yang telah memimpin selama 10 tahun, dan akan segera purna jabatan pada 12 Febuari tahun ini.

Selama ini, kata Sekjen FSPMI Jawa Timur, Jazuli, Soekarwo merupakan sosok pemimpin yang peduli pada kaum buruh. "Itu terbukti dengan banyaknya kebijakan-kebijakannya yang berdampak positif bagi nasib kaum buruh," kata Jazuli.

Yang terakhir, lanjut Jazuli, Pakde Karwo (sapaan arab Soekarwo) telah mengakomodir suara buruh untuk memperpendek disparitas upah dengan menetapkan UMK 2019 naik hingga 8 sampai 24 persen, "Serta menetapkan UMSK secara bersamaan pada November 2018 lalu."

Untuk itu, para buruh berharap, gubernur yang baru, Khofifah Indar Parawansa bisa memimpin Jawa Timur seperti pada masa kepemimpinan Soekarwo. "Pakde Karwo selalu memperhatikan apa yang dituntut oleh kaum buruh dan menjadikan pertimbangan di setiap keputusannya," tandasnya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini