Ratna Sarumpaet Mengaku 4 Kali Operasi Plastik, Terakhir Malu Beri Tahu Anak

Selasa, 14 Mei 2019 11:21 Reporter : Merdeka
Ratna Sarumpaet Mengaku 4 Kali Operasi Plastik, Terakhir Malu Beri Tahu Anak Ratna Sarumpaet. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Terdakwa Ratna Sarumpaet kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Agenda sidang hari ini, pemeriksaan terhadap dirinya sebagai terdakwa atas kasus penyebaran berita bohong atau hoaks.

Dalam kesaksiannya, Ratna Sarumpaet mengaku sudah empat kali melakukan operasi plastik. Namun untuk yang keempat kalinya atau bulan September 2018 lalu dirinya tidak memberitahu anak-anak. Alasannya, Ratna malu karena sebenarnya usianya sudah terlalu uzur.

"Saya malu dan berusaha menutupi jadi waktu saya berangkat meninggalkan rumah ke Bina Estetika, saya mengatakan mau ke Bandung. Mungkin karena pada saat melakukan sudah berumur," kata Ratna Sarumpaet di persidangan, Selasa (14/5).

Sebelum meninggalkan rumah, Ratna hanya pamit pada dua orang staf dan dua anaknya Iqbal dan Ibrahim. Ratna berangkat dari rumahnya di Kampung Melayu Kecil V Nomor 24 Rt 04 RW 09, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan menuju ke Rumah Sakit Bina Estetika.

"Tanggal 20 September 2018 menjelang malam habis magrib berangkat menggunakan taksi," ujar dia.

Hakim Joni sempat bertanya sejak usia berapa Ratna mulai operasi plastik.

"Pertama operasi masih ingat," tanya Joni.

"Waktu itu umur 65 tahun," Ratna Menjawab.

"Sukses?" timpal Joni lagi?

"Iya. Sebenernya dari yang pertama sampai terakhir berhasil cuma dampak operasi berbeda," Ratna menjawab lagi.

Sebelumnya, Jaksa mendakwa Ratna Sarumpaet telah menyebarkan berita bohong kepada banyak orang yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Ia dikenakan dakwaan alternatif, yakni Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Perbuatan penyebaran berita bohong itu diduga dilakukan dalam kurun waktu Senin 24 September 2018 sampai Rabu 3 Oktober 2018 atau pada waktu lain setidak-tidaknya dalam September hingga Oktober 2018, bertempat di rumah terdakwa di Kampung Melayu Kecil V Nomor 24 Rt 04 RW 09, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Perbuatan Ratna ini mendapat reaksi dari masyarakat dan sejumlah tokoh politik. Setelah melalui perdebatan panjang di sosial media dan media massa, pada 3 Oktober 2018, Ratna Sarumpaet menyatakan telah berbohong tentang penganiayaannya. Dia pun meminta maaf.

Sementara pada dakwaan kedua, jaksa menduga Ratna Sarumpaet, "Dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, ras atau antar golongan (SARA)."

Sebagian masyarakat Kota Bandung bereaksi dengan menuntut terdakwa meminta maaf kepada masyarakat Bandung. Mereka tersinggung karena menyebut-nyebut nama kota mereka sebagai lokasi kejadian.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini