Ratna Sarumpaet ke Majelis Hakim: Publik Figur Boleh Bohong

Selasa, 14 Mei 2019 17:05 Reporter : Merdeka
Ratna Sarumpaet ke Majelis Hakim: Publik Figur Boleh Bohong Sidang Lanjutan Ratna Sarumpaet. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Ratna Sarumpaet kembali menjalani persidangan atas kasus penyebaran berita bohong atau hoaks di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/5). Kali ini, Ratna diperiksa sebagai terdakwa.

Di akhir persidangan, meminta maaf kepada majelis hakim Joni karena memberikan keterangan yang kurang konsisten.

"Diawal gagap-gagap," ucap Ratna.

Ratna pun meminta majelis hakim jangan menyamakan antara pejabat publik dengan publik figur. Menurut dia, itu berbeda.

"Saya bukan pejabat publik, saya aktivis yang terkenal karena pekerjaanya menolong banyak orang," ucap Ratna.

Pernyataan itupun mengundang tanya hakim Joni.

"Siapa yang menyamakan anda dengan pejabat publik," ujar Joni.

"Enggak dicatat saja karena ini hubunganya dengan kesalahan. Pejabat publik itu tidak boleh salah, tidak boleh bohong, tapi publik figur," timpal Ratna

Joni kembali mempertegas pernyataan Ratna.

"Publik figur boleh bohong," Joni bertanya.

"Boleh. Makasih yang mulia," Ratna menjawab.

Hakim pun semakin dibuat bingung. Menurut dia, norma apa yang dipakai itu boleh bohong.

"Norma yang kemarin, ahli itu mengatakan. orang boleh berbohong, tapi dalam konteks kedudukan misalnya, pejabat publik dalam kedudukanya tak boleh bohong," ucap Ratna.

Lagi hakim Joni bertanya. "Kalau anak, boleh bohong," tanya Joni.

"Boleh, kita jewer dengan sayang. Ya artinya habis dijewer dicium," Ratna menutup keterangannya.

Hakim pun menunda sidang dua pekan ke depan dengan agenda tuntutan.

Reporter: Ady Anugrahadi [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini