Ratna Dewi akui hadiri simposium flu burung di Singapura

Senin, 10 Juni 2013 16:15 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Ratna Dewi akui hadiri simposium flu burung di Singapura Ratna Dewi Umar. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Terdakwa dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan dan perbekalan dalam rangka wabah flu burung tahun anggaran 2006 di Kementerian Kesehatan, Ratna Dewi Umar, mengakui pernah menghadiri Simposium Flu Burung Internasional di Singapura selama dua hari, yaitu 11 dan 12 Februari 2006.

Dia mengakui hal itu setelah ditanya majelis hakim soal kesaksian Duty Manager Pre-Flight PT Garuda Indonesia, Agus Salim.

"Betul yang mulia saya pergi ke Singapura selama dua hari. Saat itu saya mewakili Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari," kata Ratna saat menanggapi kesaksian Agus, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (10/6).

Dalam surat dakwaan, Ratna disebut pernah menghadiri Simposium Flu Burung Internasional di Singapura selama dua hari, yaitu 11 dan 12 Februari 2006. Di dalam simposium itu, dipamerkan alat kesehatan, salah satunya ventilator, merek Drager asal Jerman. Biaya perjalanan berupa tiket pesawat dan hotel ditanggung oleh perwakilan perusahaan Drager di Singapura, serta PT Prasasti Mitra yang merupakan agen tunggal alat kesehatan merek Drager.

Ternyata, PT Prasasti Mitra milik Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo adalah salah satu pemasok utama alat kesehatan dalam proyek itu. Rudi merupakan kakak kandung bos Media Nusantara Citra, Hary Tanoesoedibjo.

Sementara itu, saksi Agus memastikan Mantan Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar Kementerian Kesehatan, Ratna Dewi Umar, pergi ke Singapura pada pertengahan Februari 2006. Dia memastikan hal itu usai ditunjukkan manifes penerbangan oleh jaksa penuntut umum dalam sidang hari ini.

"Saya pastikan salah satu penumpang yang berangkat ke Singapura pada 10 Februari 2006 adalah Ratna," kata Agus saat bersaksi dalam sidang terdakwa Ratna Dewi Umar.

Hakim Ketua Nawawi Ponolango bertanya kepada Agus apakah dia yakin penumpang yang bernama Ratna adalah terdakwa.

"Bagaimana cara saudara meyakini nama Ratna yang ada dalam manifes penerbangan itu adalah terdakwa yang duduk di sana?," tanya Hakim Ketua Nawawi.

"Saya yakin penumpang bernama Ratna itu sama dengan terdakwa lantaran sebelum naik ke pesawat, petugas pasti meminta identitas diri penumpang. Seperti KTP. Buat memastikan orang dan namanya sama dengan yang ada di manifes penerbangan," jawab Agus.

Menurut Agus, Ratna berangkat ke Singapura dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. Dia menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan kode lambung PK-GGR.

"Keberangkatan dari Cengkareng ke Singapura pukul 11.30 WIB, ketibaan 14.05 WIB," ujar Agus.

Namun, Agus hanya menyampaikan fakta Ratna benar-benar berangkat ke Singapura saat itu. Dia tidak tahu ada keperluan apa Ratna pergi ke negeri Singa itu.

[did]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Korupsi
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini