Rapid Test Massal, Pemkot Surabaya Temukan 2.080 Orang Reaktif

Selasa, 26 Mei 2020 19:40 Reporter : Erwin Yohanes
Rapid Test Massal, Pemkot Surabaya Temukan 2.080 Orang Reaktif Rapid test Covid-19 di Bundaran HI. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau covid-19, Pemkot Surabaya menggelar rapid test massal di sejumlah tempat. Hasilnya, dari 21.203 rapid test yang telah digelar, 2.080 orang dinyatakan reaktif.

Data tersebut merupakan catatan Pemkot Surabaya hingga 25 Mei lalu. Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser mengatakan, dari 21.203 orang yang dilakukan rapid test, sebanyak 2.080 hasilnya reaktif. Warga yang reaktif langsung dilakukan pemeriksaan swab.

"Dari 2.080 itu, yang sudah di swab sebanyak 1.155 orang. Sekarang sudah keluar hasilnya 710 orang," katanya, Senin (26/5).

Fikser melanjutkan, hasil swab 710 orang, terdiri dari 347 positif dan 363 sisanya adalah warga dengan hasil negatif. Namun begitu, dia juga mengaku saat ini tengah menunggu sisa hasil swab yang belum keluar berjumlah 445 orang.

"Kita menunggu hasil (swab) tersebut. Mudah-mudahan secepatnya kita dapat menggunakan mobile PCR. Hasil swabnya sekitar 45 menit sudah bisa keluar," jelasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Surabaya ini juga menjelaskan 21.203 orang yang telah dilakukan rapid test itu terdiri dari 2.969 tenaga kesehatan (nakes), 819 orang dalam pemantauan (ODP), 257 pasien dalam pengawasan (PDP), 12.617 orang tanpa gejala (OTG), serta orang dengan resiko (ODR) 4.541 orang.

Untuk memastikan pasien itu benar-benar sembuh dan bebas dari Covid-19, minimal mereka sudah dilakukan pemeriksaan swab dengan hasil negatif selama dua kali berturut-turut.

"Yang belum 2 kali swab negatif ya belum dikatakan sembuh. Baru setelah swab 2 kali negatif berturut-turut, bisa dinyatakan sembuh," ucapnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini