Ramyadjie Priambodo Dapat Data Nasabah dari Komunitas Black Market

Rabu, 20 Maret 2019 16:20 Reporter : Nur Habibie
Ramyadjie Priambodo Dapat Data Nasabah dari Komunitas Black Market borgol. shutterstock

Merdeka.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, dalam melancarkan aksinya, tersangka kasus skimming yakni Ramyadjie Priambodo mendapatkan data-data nasabah dari sebuah komunitas online. Data itu ia dapat di blackmarket atau pasar ilegal di internet.

"(Mendapatkan data nasabah) dari black market di dalam internet. Dia ikut tergabung dalam suatu kelompok di sana," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/3).

Dari situlah, Ramyadjie mempelajari teknik dan cara-cara melakukan aksi kejahatan skimming dan cara mudah mendapatkan data-data rekening korban atau nasabah.

"Dia ikut dalam komunitas itu, terus saling tukar menukar informasi data nasabah dan bagaimana cara skimming," ujarnya.

Sebelumnya, seorang pemuda berinisial RP ditangkap penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Dia diduga membobol ATM dengan modus skimming atau penggandaan ATM.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya menangkap RP pada 26 Februari 2019.

"Tersangka ditangkap di bilangan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, pada 26 Februari 2019," kata Argo saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (17/3).

Tersangka, jelas Argo, membobol ATM salah satu bank swasta. Berdasarkan laporan salah satu korban pada tanggal 11 Februari 2019.

"Tersangka adalah wiraswasta dan beralamat di Menteng, Jakarta Pusat," beber Argo.

Akibat kejahatan tersebut, ditaksir kerugian mencapai Rp 300 juta. Hasil penyelidikan, polisi menyita masker saat tersangka melakukan kejahatannya, 1 buah ATM, dan 2 buah atm warna putih yang sudah diduplikasi, selain juga handphone dan peralatan skimming. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini