Rambut Gimbal Wanita di Semarang Ini Jadi Sarang Kecoa dan Tikus

Senin, 27 Januari 2020 23:02 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Rambut Gimbal Wanita di Semarang Ini Jadi Sarang Kecoa dan Tikus Sukiyah. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Akibat segala keterbatasan yang dimiliki, membuat Sukiyah (50) warga Kabupaten Semarang, Jawa Tengah tidak terawat. Disebut-sebut selama 27 tahun tidak mandi, rambutnya berubah menjadi gimbal sepanjang 1,5 meter. Bahkan rambut wanita malang tersebut menjadi sarang kecoa dan tikus.

Berkat pertolongan Relawan Aksi Cepat Tangguh (ACT), Sukiyah akhirnya mendapat pendampingan khusus dan dirawat di Panti Rehabilitasi Kejiwaan Rumah Pemulihan Efata Semarang.

Saat membersihkan Sukiyah, tim Relawan membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk memotong rambut gimbal.

1 dari 4 halaman

"Kami potong rambutnya butuh waktu 20 menit, kemudian dibawa ke tempat yang layak punya swasta," kata relawan ACT Ardian Kurniawan Santoso, Senin (27/1).

Dia kaget ketika melihat rambut panjang wanita tersebut. "Kaget juga, rambutnya gimbal sekitar 1,5 meter. Di rambutnya itu ada beberapa tikus, kecoa, ada juga tulang tikus yang diduga sudah menjadi bangkai. Dia juga minta nanti setelah dipotong untuk dikeramas dengan sampo warna hitam, dan sekalian diobatin," ungkapnya.

Tidak hanya itu saja, yang menjadi tragis kondisi kaki Sukiyah sudah lemah sehingga tidak bisa digunakan untuk berjalan.

2 dari 4 halaman

"Hanya duduk selonjor, kalau pindah yang selalu dilakukan ndlosor, sebab tangannya juga lemah," ungkapnya.

Dalam kondisi seorang diri, dia juga mulai melakukan aktivitas sehari-harinya di rumah, termasuk buang air besar dan kecil, sehingga seisi rumah mengeluarkan bau menyengat.

"Sering buang air besar sembarangan itu yang membuat dalam rumah tidak bersih," jelasnya.

3 dari 4 halaman

Paman Sukiyah, Suramto mengaku dia ditinggal meninggal ibunya sekitar tiga tahun yang lalu. Sementara adik kandung pindah ke Banjarnegara. Tidak tahu kenapa, Sukiyah yang tinggal di Dusun Karangombo, Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang mulai bertingkah aneh dan jadi pendiam sejak umur 10 tahun.

"Padahal dulu pernah membantu ibunya saat berkebun. Tidak tahu kenapa ada perubahan drastis seperti itu," terang Suramto.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Gunadi mengatakan akan melakukan pendampingan terhadap Sukiyah.

4 dari 4 halaman

"Saat ini Sukiyah didampingi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Getasan. Perkembangannya juga dipantau secara rutin," kata Gunadi.

Gunadi meminta agar kejadian seperti Sukiyah tidak lagi terulang lagi. Dia berharap agar masyarakat segera berkomunikasi dengan perangkat desa setempat jika ada kejadian serupa.

"Jadi bila ada warga tahu lagi kejadian seperti itu, harus segera melaporkan kejadian ke perangkat desa. Kita harus juga membiasakan hidup bersih dan sehat, termasuk juga merawat rambut," ungkapnya. [cob]

Baca juga:
Angka Ketimpangan Sosial DKI Jakarta Turun
Bantu Siswa Miskin, Malaysia Luncurkan Program Makan Gratis di Sekolah
Warga Priok 'Kepung' Kantor Menkumham Yasonna Laoly
Nenek Sahut di Bondowoso, Tinggali Rumah Mau Roboh dan Nyaris Tak Tersentuh Bantuan
Pascalongsor & Banjir, Mensos Prediksi Angka Kemiskinan di Kabupaten Bogor Meningkat
Pemprov Jateng Juara Turunkan Kemiskinan, Ganjar Sebut Berkat Kerja Keras Gus Yasin

Topik berita Terkait:
  1. Kemiskinan
  2. Semarang
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini