Ramayana City Plaza Depok Tutup, 87 Karyawan Terkena PHK

Rabu, 8 April 2020 09:34 Reporter : Merdeka
Ramayana City Plaza Depok Tutup, 87 Karyawan Terkena PHK Ramayana. ©2017 photobucket.com

Merdeka.com - Sebanyak 87 karyawan Ramayana di City Plaza Depok terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). PHK ini dilakukan karena ritel sudah tutup sejak 6 April lalu.

"Keputusan manajemen Ramayana di Depok tutup operasional," kata Store Manager City Plaza Depok, M Nukmal Amdar saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (8/4).

Nukmal menuturkan, pandemi virus Corona menyebabkan omzet penjualan menurun hingga 80 persen. Akibatnya, perusahaan tak mampu lagi menanggung semua biaya operasional. "Bukan hanya masalah penggajian karyawan tapi semuanya," ujar dia.

Akhirnya, perusahaan mengeluarkan kebijakaan melakukan PHK terhadap 87 karyawan. Nukmal mengatakan, proses PHK telah sesuai dengan prosedur. Pihaknya lebih dulu memanggil 87 karyawan dan menjelaskan kondisi perusahaan pada 5 April 2020 kemarin.

"Iya secara sukarela. Meskipun berat kehilangan pekerjaan," ucap dia.

Saat ini, pihak perusahaan sedang mengurus kompensasi kepada 87 karyawan tersebut. Menurut Nukmal, seluruh karyawan yang terkena PHK akan menerima pesangon sesuai dengan haknya masing-masing.

"Kami akan bayarkan secepatnya juga," ujar dia.

1 dari 1 halaman

Beredar video puluhan karyawan Ramayana menangis lantaran dipecat perusahaan. Video berdurasi 1 menit 19 detik itu viral di lini massa.

Suasana haru menyelimuti salah satu ruangan di Ramayana di City Plaza Depok. Terlihat beberapa orang mengenakan baju biru dan kerudung pink saling menguatkan satu dengan yang lain. Mereka adalah karyawan Ramayana yang tidak dapat menyembunyikan kesedihannya.

Nukmal memberikan penjelasaan bahwa video yang beredar itu terjadi saat sosialisasi tentang keadaan perusahaan di Ramayana akibat pandemi virus Corona.

"Perusaahaan mengalami penurunan penjualaan sehingga tak mampu menanggung biaya yang dikeluarkan akhirnya saya menyampaikan kebijakan manajemen, Ramayana tutup operasional," ujar dia.

Nukmal menegaskan, Video itu bukan pada saat melakukan PHK massal. "Kejadian di video itu pada Sabtu 4 April 2020. Saya gak tahu kenapa baru viral kemarin," ujar dia. [ray]

Baca juga:
Cari Sarapan, Ruben-Sarwendah Borong Kue Lalu Bagikan ke Pekerja Pinggir Jalan
Gubernur Banten: Tangerang Raya Harus Satu Kesatuan dengan PSBB DKI Jakarta
Belum Sembuh, Pasien Covid-19 di Jambi Malah Diizinkan Pulang ke Rumah
Pandemi Corona, 2.500 Karyawan Hotel di Sumatera Barat Dirumahkan
Pemprov Jabar Tak Bisa Bendung Ratusan Ribu Pemudik

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini