Ramai-Ramai Ingin Puncak II Segera Dibangun

Minggu, 26 September 2021 18:35 Reporter : Rasyid Ali
Ramai-Ramai Ingin Puncak II Segera Dibangun Anggota DPR dan Bupati Bogor Meninjau Perbatasan Bogor-Cianjur. ©2021 Merdeka.com/Rasyid Ali

Merdeka.com - Bupati Bogor, Ade Yasin mengunjungi perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur, Sabtu (25/9). Dia ingin melihat kondisi dan situasi pada wilayah yang akan bersentuhan dengan Jalur Puncak II itu.

Perbatasan yang dikunjungi Ade yakni, sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur dengan Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kecamatan Cianjur

Menurut Ade, jika ada Jalur Puncak II, dapat mengakselerasi percepatan perputaran perekonomian masyarakat, karena akan menghubungkan Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur hingga Istana Cipanas, Cianjur sepanjang 39 kilometer.

"Dalam perencanaan kami untuk pembangunan tahap satu, yakni pembangunan jalan dari Sentul ke Wargajaya 32 kilometer dan tahap dua dari Wargajaya ke Istana Cipanas sepanjang 7 kilometer," kata Ade Yasin.

Ade mengatakan, pembangunan Jalur Puncak II atau Poros Tengah Timur itu, salah satunya sebagai alternatif untuk mengurangi beban Jalan Raya Puncak yang kian macet. Selain itu,. Adanya Jalur Puncak II, dapat mendongrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah yang dilintasi jalur tersebut.

"Ini kan juga upaya peningkatan infrastruktur jaringan jalan regional Jawa Barat yang akan menghubungkan Bogor, Cianjur, Bekasi hingga Karawang," jelas Ade.

Hal lain dirasa sangat penting jika Puncak II terwujud adalah terbukanya akses kecamatan di wilayah Bogor Timur ini dengan Cibinong yang menjadi ibu kota Kabupaten Bogor

"Sekaligus mendorong upaya pengembangan kawasan tertinggal dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor, khususnya di Sukamakmur ini," jelasnya.

Sementara Anggota Komisi V DPR RI, Mulyadi, akan mendorong percepatan anggaran pembangunan Jalur Puncak II, lewat Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Kalau hari ini negara masih belum juga hadir dalam konteks APBN. Kebetulan saya oleh fraksi (Gerindra) ditugaskan di badan anggaran juga. Dan dapatkan kesempatan untuk dana alokasi khusus untuk Puncak II," kata Mulyadi, saat ikut meninjau perbatasan Bogor-Cianjur di Kecamatan Sukamakmur, bersama Bupati Bogor Ade Yasin, Sabtu (25/9).

Politisi Gerindra asal daerah pemilihan (dapil) Jabar V (Kabupaten Bogor) itu menilai, semangat pembangunan Jalur Puncak II, tidak lalin untuk percepatan pembangunan manusia di wilayah perbatasan, baik dari sisi ekonomi maupun aksesibilitas.

"Saya kira mudah-mudahan kehadiran ibu bupati kita respon dengan adanya pembangunan pertama dulu sebelum terhenti. Beliau ide-idenya luar biasa. Saya kira harus ada follow up," tegasnya.

Kata dia, sebuah jembatan menandai perbatasan antara Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor dengan Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kecamatan Cianjur, bisa dibangun menjadi jembatan ikonik.

"Terakhir mungkin saya harus menekankan tentang upaya dari kedua kabupaten, khususnya Kabupaten Bogor dapil saya, untuk membuat jembatan yang iconic. Bahkan saya bilang ke ibu kalau berkenan kasih kesempatan masyarakat juga untuk menuangkan ide-idenya, kita lombakan buat jembatan yang betul-betul menjadi kebanggaan. Khususnya Bogor Timur. Sehingga apapun yang diperjuanhkan nantinya ke depan betul-betul berkesan. Di samping fungsi, ada estetika, pengembangan dan seterusnya. Sehingga manfaatnya luas ke kehidupan. Terutama peningkatan masyarakat," katanya.

Mulyadi pun mengakui dirinya telah berkoordinasi dengan pemangku kebijakan di Kabupaten Cianjur, untuk menyamakan persepsi terkait Puncak II.

"Tadi saya sudah telepon langsung di depan tim ibu, ke pimpinan daerah di Cianjur, supaya segera membangun komunikasi. Karena di Cianjur sendiri ada Bu Een, Komisi V, saya ingatkan beliau agar komunikasi intens supaya Puncak II betul-betul terealisasi. Kita bahkan berpikir kalau negara juga tidak dalam konteks hadir di APBN, kita setiap tahun akan perjuangkan DAK saja. Untuk ujung-ujungnya selesai dan ini jadi bagian ikhtiar dan follow up apapun yang bu bupati programkan," kata dia.

Mulyadi juga sepakat jika Puncak II bukan hanya untuk mengurangi kemacetan di Jalan Raya Puncak. "Jadi ini bukan untuk lintasan dua wilayah saja. Tapi tingkat provinsi. Ini juga akan menjadi pengembangan wilayah. Karena ini daerah yang sebenarnya secara radius tidak jauh dari istana. Tapi kenapa harus terbelakang. Bahkan tertinggal. Saya kira harus menjadi potensi baru untuk pengembangan ekonomi. Bukan dalam skala desa atau kecamatan, bahkan nasional," tandasnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jalur Puncak
  3. Puncak
  4. Bogor
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini