Ramai diberitakan ngaku anak jenderal, Sonya trauma & ketakutan

Kamis, 7 April 2016 17:25 Reporter : Yan Muhardiansyah
Ramai diberitakan ngaku anak jenderal, Sonya trauma & ketakutan siswi mengaku anak jenderal. merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Sonya Ekarina br Sembiring Depari, siswi SMA Methodist 1 Medan, dikabarkan tertekan akibat ramainya berita mengenai tindakan arogannya kepada Polwan, Rabu kemarin. Dia dikabarkan mengalami ketakutan akibat ulahnya sendiri.

"Satu permohonan kami ya, kami melihat anak ini mengalami semacam kondisi traumatik ya, semacam ketakutan, atau mengalami kondisi yang menyebabkan psikologisnya terganggu sekarang akibat pemberitaan di media massa," ucap Kepala SMA Methodist 1 Medan, Binsar Sitorus, Kamis (7/4).

Dia beharap semua stakeholder, seperti media, untuk bertindak lebih arif. "Mari kita bangun lagi psikologi anak-anak ini. Ini catatan bagi sekolah, polisi, bagi kita semua," ucapnya.

Bukan hanya itu, Binsar juga mendengar kabar ayah dari Sonya juga sedang sakit. "Tapi kita nggak tahu ya apa itu berita betul atau tidak," jelas Binsar.

Dia memaparkan, pihak sekolah sebelumnya memang sudah dihubungi pihak kepolisian agar pihak keluarga memberikan klarifikasi. Menurut pihak kepolisian, klarifikasi itu memang penting untuk memastikan apakah Sonya benar-benar anak seorang petinggi kepolisian. Namun, pihak sekolah hanya akan membantu memfasilitasi.

Pasca kejadian bentak Polwan, Sonya tidak datang ke sekolah. Orangtuanya juga tidak bisa dihubungi. "Hari ini tidak datang. Sudah 15 kali panggilan telepon kepada orang tuanya, tapi orang tuanya tidak mengangkat. Padahal sebelumnya hubungan baik. Ini telepon masuk, namun tidak diangkat," jelas Binsar.

Padahal, kata Binsar, kepolisian sudah datang ke sekolah untuk mempercepat pertemuan dengan pihak Sonya. "Kalau bisa hari kita konferensi pers terkait statementnya kemarin," pungkas Binsar.

"Rencananya kita jumpai ke rumahnya. Kalau misalnya hari ini dapat, kita langsung konferensi pers," pungkas Binsar.

Seperti diberitakan, seorang siswi yang belakangan diketahui bernama Sonya bertindak arogan setelah mobil Honda Brio yang mereka tumpangi dihentikan ketika konvoi di Jalan Sudirman, Medan, Rabu (6/4) sore. Siswi yang baru melakukan aksi corat-coret setelah UN itu disetop karena membuka pintu bagasi belakang.

Selain protes, siswi itu mengancam perwira Polantas dan menyatakan dirinya anak dari Arman Depari. "Oke Bu ya, aku nggak main-main ya Bu. Ku tandai Ibu ya. Aku anak Arman Depari," ucapnya.

Peristiwa ini pun menjadi pemberitaan dan ramai dibicarakan di media sosial. Apalagi, Deputi Pemberantasan badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari membantah siswi itu anaknya. [ang]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini