Ramadan, Kodim Pamekasan getol patroli di wilayah rawan mesum

Rabu, 24 Juni 2015 12:41 Reporter : Hery H Winarno
Ramadan, Kodim Pamekasan getol patroli di wilayah rawan mesum Ilustrasi Prostitusi. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kodim 0826 Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur, menggiatkan patroli di sejumlah lokasi yang diduga sebagai tempat rawan mesum selama Ramadan 1436 Hijriah.

Menurut Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Arm Mawardi, upaya menggiatkan patroli di beberapa daerah yang rawan menjadi tempat mesum itu sebagai langkah nyata prajurit TNI untuk menciptakan suasana kondusif di bulan suci Ramadan.

"Kegiatan ini sebagai langkah antisipasi karena gerakan yang dilakukan TNI lebih pada upaya pencegahan," kata Dandim Mawardi seperti dikutip dari Antara, Rabu (24/6).

Dia menjelaskan, di Kabupaten Pamekasan ada beberapa daerah di pedesaan yang dilaporkan masyarakat sering dijadikan tempat berbuat mesum oleh pasangan muda-mudi. Salah satunya adalah di sekitar pemancar TVRI di Dusun Brukoh, Desa Bajang, Kecamatan Pakong, sekitar 20 kilometer arah utara Kota Pamekasan.

"Saya sudah pernah datang secara langsung ke lokasi yang dimaksud itu, wawancara dengan warga sekitar, dan ternyata memang benar adanya," kata Mawardi.

Menurut Dandim, saat itu ia datang bersama Babinsa Koramil 0826/09 Pakong Desa Bajang, Praka Hasan Basri dan Sertu Halili di sekitar pemancar stasiun TVRI, bahkan bertemu langsung dengan tiga orang karyawannya, yakni Sugiyanto, Ahmad Rasyidi dan Ahmad Yani.

Dari hasil perbincangan dengan karyawan TVRI itu, katanya, terungkap bahwa daerah tersebut memang sering dijadikan tempat berbuat mesum pasangan muda-mudi, termasuk di bulan suci Ramadan ini.

"Tapi petugas yang ada di sana tidak berdaya, karena kalau misalnya menegur pasangan yang berbuat mesum itu justru diancam hendak dibunuh," katanya.

Jika ditilik dari letak dan posisinya, di sekitar pemancar TVRI sangat memungkinkan untuk dipergunakan sebagai tempat yang aman melakukan tindakan asusila.

Selain tempatnya sepi, juga jauh dari keramaian atau perkampungan penduduk. Sistem penjagaan juga terbatas, sedangkan penduduk sekitar juga kurang peduli dengan perilaku muda-mudi yang sering berbuat mesum di tempat itu.

"Pernah ada muda-mudi yang hendak berbuat mesum, lalu ditegur oleh petugas penjaga pemancar stasiun TVRI, malah yang negur itu hendak dibacok dengan celurit. Ini kan sudah keterlaluan," tutur Dandim.

Atas dasar itulah, Kodim meminta Koramil Pakong dan Babinsa Desa Bajang meningkatkan patroli ke perbukitan yang ada di wilayahnya agar daerah itu tidak lagi menjadi tempat mesum, apalagi selama Ramadan ini.

"Kami juga berkoordinasi dengan Polsek Pakong agar bisa melakukan patroli bersama, dan ini juga untuk membantu karyawan TVRI yang bertugas di pemancar stasiun di Bukit Brukoh tersebut," terang Mawardi.

Tidak hanya di Kecamatan Pakong, giat patroli ke sejumlah daerah yang dilaporkan masyarakat rawan menjadi tempat mesum selama Ramadan ini juga mulai dilakukan di berbagai kecamatan di Kabupaten Pamekasan. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini