Ragam kendala PPDB online di Tangsel, minim informasi hingga soal server

Kamis, 12 Juli 2018 10:43 Reporter : Kirom
Ragam kendala PPDB online di Tangsel, minim informasi hingga soal server PPDB di Tangsel. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Banyak orangtua murid dan calon siswa baru mengeluhkan buruknya sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) online di Kota Tangerang Selatan. Sejak diberlakukan Rabu, 4 Juli kemarin, sejumlah kendala sangat dirasakan salah satunya soal Nomor Induk Kesiswaan (NIK) calon peserta didik.

Hamura Digital selaku developer dari website ppdb.dindikbudtangsel.com memberikan penjelasan soal kondisi tersebut. Managing Director Hamura Digital, Laksono Hadi Siswanto, mengakui adanya kendala yang membuat pelaksanaan PPDB Tangsel tak begitu mulus.

Pertama, soal minimnya pemahaman pendaftar soal sistem online tersebut. Dia menilai, tidak adanya sosialisasi dan tata cara pendaftaran online sebagai panduan membuat pendaftar kebingungan.

"Satu kalau saya bilang dari Pemerintahnya sendiri tidak memberi edukasi lebih jauh kepada masyarakat. Misal kalau dari awal bikinkan video tutorial cara pengisian, tidak akan ada masalah, seperti ini," beber Laksono saat ditemui di SMPN11 kota Tangsel, Kamis (12/7).

Banyak orang tua calon pendaftar tidak paham mengenai pengisian dan penginputan data calon peserta. Sehingga berkali-kali para pendaftar merasa gagal. Selain kondisi itu, infrastruktur server tidak memadai sehingga tidak bisa mengakomodir ribuan pendaftar dalam satu waktu.

"Contoh saja pada pengisian nomor USBN, yang benar itu, 04-017, tapi oleh pendaftar ditulis 04017, sudah tidak akan muncul. Ini masalah karena ketidak mengertian pendaftar. Kami memahami ini, kalau tidak ada panduannya mesti akan kebingungan," ucapnya.

Untuk masalah server, pihaknya mengaku tak tahu menahu. Sebab persoalan server yang digunakan disediakan dari pihak, sebagai konsultan pengembangan digital.

"Server bukan di kami, kami hanya pengembang website. Memang benar kapasitas hardisk besar sampai 4 tera, tapi engga memerhatikan memori ramnya yang kecil. Jadinya eror seperti kemarin sebelum dilakukan maintenance," terang dia.

Pihaknya juga mengakui, ada kesalahan teknis sehingga membuat sistem yang dibuat tak bekerja optimal. Hal itu, lanjutnya, telah dilakukan perbaikan.

"Kami salah juga di crowling data siswa, harusnya satu nama calon pendaftar masuk di satu sekolah pilihan pertama, lalu kalau tereliminasi di pilihan pertama masuk di pilihan dua dan ketiga kalau juga terseleksi di pilihan dua. Nah kesalahan kami itu, nama calon peserta masuk di semua pilihan sekolah, tapi itu sudah diperbaiki dan berjalan normal. Kami meminta maaf," jelasnya. [lia]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini