KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Rachmawati diduga mau makar, Megawati pasang badan buat Jokowi

Rabu, 11 Januari 2017 07:24 Reporter : Eko Prasetya
Megawati dan Rachmawati. ©2016 merdeka.com

Merdeka.com - Rachmawati Soekarnoputri ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan makar. Namun, Rachmawati dan para aktivis lain yang menjadi tersangka merasa difitnah karena mereka hanya ingin menyampaikan petisi agar UUD 1945 dikembalikan melalui MPR/DPR melalui aksi damai pada 2 Desember 2016.

Sebab, targetan aksi agar UUD 1945 dikembalikan menjadi pedoman negara itu hanya bisa terealisasi lewat kewenangan MPR. Rachmawati pun meminta bantuan DPR agar diloloskan dari jeratan kasus tersebut.

Penyidik Polda Metro Jaya masih menelusuri penyandang dana kasus dugaan makar yang melibatkan beberapa tokoh. Dari hasil penelusuran, penyidik menemukan adanya aliran dana dari Rachmawati Soekarnoputri kepada salah seorang tersangka dugaan makar lainnya, Alvin Indra.

"Dari hasil pengecekan, Rachmawati ada mencairkan deposito Rp 300 juta dikirim ke rekening Alvin Indra," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Dana tersebut dikirim ke rekening Alvin sekitar akhir November 2016. Penyidik menduga dana tersebut untuk operasional aksi makar. Rachmawati dan kawan-kawan diketahui akan berunjuk rasa di gedung DPR.

"(Dana) Untuk keperluan logistik, makan, minum untuk massa yang akan berunjuk rasa di gedung DPR dan MPR," kata Argo.

"Uang tersebut dikirim dari rekening Rachmawati, namun tidak ada pihak lain yang mentransfer ke Rachmawati," sambungnya.

Namun, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang merupakan Rachmawati tidak membela adiknya itu. Ketidakakuran dua putri Bung Karno ini memang sudah menjadi cerita lama. Keduanya hampir selalu berseberangan dalam sikap politik. Rachmawati cenderung blak-blakan melontarkan kritikan kepada Megawati melalui media. Sementara Megawati cenderung diam, tak mau menyerang balik sang adik.

Pada pilpres 2014 lalu, Rachmawati dan Megawati juga berseberangan. Saat itu, Megawati dan PDIP mendukung pencalonan Jokowi-JK sebagai capres cawapres. Sementara, Rachmawati mendukung Prabowo-Hatta.

Saat itu Rachmawati gencar mengkritik Megawati. Dia juga gencar menuding Jokowi terlibat sejumlah kasus korupsi. Namun semua itu tak memiliki pengaruh. Jokowi-JK tetap memenangkan pilpres 2014.

Meski jagonya kalah, tak membuat Rachmawati diam. Hal itu semakin mematik Rachmawati menyerang Megawati. Rachmawati menilai Megawati adalah budak negara asing. Dia menganggap kakaknya itu telah melakukan kesepakatan penjualan aset-aset dan sumber daya alam Indonesia kepada pihak asing saat pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK).

Untuk kasus makar, Megawati menegaskan PDIP siap menjaga pemerintahan yang sah. Kader-kader PDIP siap mengamankan pemerintahan Jokowi-JK.

"Kalau ada yang mau macam-macam, pak presiden, pak wapres, panggil saja kita," kata Mega disambut tepuk tangan para kader partai dan tamu undangan.

Mendengar itu, Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla berdiri dan ikut tepuk tangan. Mega kembali menegaskan bahwa anak buahnya kader partai siap mengorbankan jiwa dan raga untuk kepentingan bangsa dan negara. Mega mencontohkan ada kader PDIP yang dipukuli karena membela kepentingan bangsa dan negara tetap pluralis.

"Lha kalau ada yang mau macam-macam, anak buah saya sudah ada lho bapak. Dan anak buah saya ada yang sudah dikaplok sama orang. Anak-anak saya nakal-nakal, bapak Presiden. Tapi kalau untuk bangsa negara, jiwa mereka berikan. siap...siapp..siapp..," kata Mega disambut gegap gempita para kader PDIP. [eko]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.