Rabu, polisi periksa 5 pegawai KPK terkait laporan Dirdik ke Novel

Senin, 11 September 2017 15:48 Reporter : Ronald
Rabu, polisi periksa 5 pegawai KPK terkait laporan Dirdik ke Novel Novel Baswedan. ©2017 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Penyidik Polda Metro Jaya akan kembali memeriksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemanggilan ini pelaporan Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK Brigjen Aris Budiman terhadap Novel Baswedan dengan tudingan pencemaran nama baik.

"Nanti kita akan panggil kembali dari KPK ya, hari Rabu (13/9)," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Senin (11/9).

Adi mengatakan pemanggilan dimulai pukul 09.00 WIB. Rencananya lima saksi dari KPK yang bakal dihadirkan. "Rabu besok tuh agak banyak. Sekitar lima orang ya. Ya kalau dijadwal pukul 09.00 atau 10.00 WIB," katanya.

Lebih lanjut terkait pemanggilan pimpinan KPK, ia menganggap saat ini belum diperlukan. "Belum perlu (pemanggilan). Kita lihat saja dulu dari keterangan saksi-saksi. Kalau cukup ya tidak perlu," pungkasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah mulai melakukan pemanggilan saksi untuk kasus pencemaran nama baik Dirjen Penyidikan KPK Aris Budiman yang dilakukan oleh Novel Baswedan. Bahkan kemarin dua orang penyidik KPK telah menjalani pemeriksaan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes pol Adi Deriyan mengatakan, saksi yang dipanggil kemarin merupakan penyidik dari institusi Polri. Walaupun memang ada satu orang pegawai KPK turut dipanggil.

"Kasusnya Pak Aris Budiman, kami sudah menggali beberapa keterangan saksi, mengundang dari unsur pegawai KPK dan dari unsur pegawai dari Kepolisian," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (7/9).

"Untuk totalnya antara secara pasti belum tahu, karena dalam rencana penyelidikan ada yang bisa hadir dan tidak bisa hadir. Kalau kurang lebih ada empat sampai lima orang," tambahnya.

Adi menegaskan, saksi-saksi itu diperiksa terkait email yang menyebutkan Aris Budiman sebagai Direktur terburuk sepanjang sejarah.

"Betul laporan yang email itu," jelasnya.

Dia mengungkapkan, penyidik akan mencari tahu seberapa jauh para saksi mengetahui tentang email yang dikirimkan oleh Novel. Sebab, saksi diduga mengetahui isi dari email yang menyinggung nama Aris Budiman.

"Kami undang juga berdasarkan hasil keterangan Aris Budiman berdasarkan BAP bahwa pihak-pihak yang mengetahui adanya email tersebut adalah orang-orang yang kita undang untuk hadir," pungkas Adi. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini