PWNU Protes Kiai di Yogyakarta Belum Divaksinasi Covid-19

Kamis, 25 Maret 2021 18:50 Reporter : Purnomo Edi
PWNU Protes Kiai di Yogyakarta Belum Divaksinasi Covid-19 Vaksinasi Covid-19. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Vaksinasi massal dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak awal Maret 2021. Vaksinasi ini menyasar mulai dari tenaga kesehatan, pedagang, seniman, ASN, maupun petugas pelayan publik. Hanya saja vaksinasi massal di DIY ini belum menyasar kelompok pemuka agama dan kalangan santri.

Wakil Rois Syuriah PWNU DIY Hilmy Muhammad menyebut belum ada tindakan konkret dari pemerintah dan Dinas Kesehatan untuk vaksinasi bagi kiai dan kalangan pesantren.

Pria yang akrab disapa Gus Hilmy ini menuturkan pendataan memang sudah dilakukan sejak awal tahun 2021. Hanya saja hingga saat ini belum ada tindaklanjutnya.

"Pendataan sudah diminta dan dilakukan sejak awal tahun oleh kalangan pesantren, namun hingga saat ini belum ada komunikasi atau undangan dari Dinkes," ujar Gus Hilmy yang juga merupakan salah satu pengasuh di Pesantren Krapyak, Kamis (25/3).

Gus Hilmy membandingkan antara DIY dengan provinsi lainnya yang telah melakukan vaksinasi untuk kalangan pesantren. Gus Hilmy menyebut vaksinasi bagi kalangan kiai telah dilaksanakan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Anggota DPD dari DIY ini menyebut jika sosok kiai adalah figur. Sebagai figur, lanjut Gus Hilmy, kiai bisa menjadi bagian dari kampanye vaksinasi

"Jadi, kebijakan terkait sasaran vaksinasi bisa ditentukan juga oleh pemerintah daerah dan dinas kesehatan. Sementara DIY, belum memprioritaskan kiai dan kalangan pesantren," tegas Gus Hilmy.

Gus Hilmy menyebut pihak pesantren pun aktif untuk menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait vaksinasi itu. Hanya saja hingga saat ini belum ada langkah kongkret dari Pemda DIY maupun Dinas Kesehatan.

"Apakah kiai dan pesantren tidak dianggap penting di Yogyakarta ini? Prioritas vaksinasi untuk mengangkat kembali citra Yogyakarta sebagai kota wisata dan kota budaya, tidak boleh menafikan citranya sebagai kota pendidikan. Menyasar seniman, pedagang, pelaku wisata, tidak boleh menafikan lembaga-lembaga pendidikan, termasuk di dalamnya ada kiai dan pesantren," tutur Gus Hilmy.

Gus Hilmy menjabarkan prioritas sasaran vaksinasi telah dijelaskan pada Bab III Pasal 8 PMK Nomor 84/2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Dalam Permenkes tersebut, sambung Gus Hilmy, ada enam kelompok prioritas penerima vaksin. Enam kelompok ini adalah okoh masyarakat/agama berada pada kelompok prioritas kedua. Kelompok selanjutnya adalah guru dan tenaga pendidikan.

Gus Hilmy menyebut kiai tidak sekadar guru. Pasalnya di samping sebagai pengasuh pesantren, para kiai adalah pengasuh masyarakat. Bahkan, setiap hari, para kiai menghadapi masyarakat dan di antara mereka banyak yang sudah lanjut usia.

"Selain itu, menilik data nasional kita telah kehilangan 400-an Kiai akibat Covid-19. Tidak ada lagi alasan untuk menunda-nunda vaksinasi untuk para kiai, baik di tingkat provinsi, kota maupun kabupaten se-DIY," tegas Gus Hilmy. [cob]

Baca juga:
Kadin Catat Sebanyak 17.387 Perusahaan Daftar Vaksin Gotong Royong
Panglima TNI Terima 130.000 Vaksin Covid-19 dari Kemenkes
Bill Gates: Dunia Akan Kembali Normal Pada Akhir 2022
Gubernur Wayan Koster: Ketersediaan Vaksin Covid-19 di Bali Capai 700 Ribu Dosis
Menkes Targetkan Vaksinasi Tahap Dua Rampung Juni 2021
PBNU: Vaksinasi Covid-19 Suatu Keharusan, Demi Ciptakan Herd Immunity

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini