PVMBG Sudah Kirim Peringatan Dini Dua Hari Sebelum Gunung Semeru Erupsi

Minggu, 5 Desember 2021 18:41 Reporter : Bachtiarudin Alam
PVMBG Sudah Kirim Peringatan Dini Dua Hari Sebelum Gunung Semeru Erupsi Erupsi Gunung Semeru. ©2021 Antara

Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Batubara (ESDM) telah memantau aktivitas Gunung Semeru sejak 1 Desember 2021, atau empat hari sebelum erupsi. Demikian disampaikan, Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani.

"Jadi kejadian awan panas 4 Desember sebetulnya pada kejadian ini sudah dimulai sejak 1 Desember, dan pada hari itu (1 Desember) terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 1.700 meter dari puncak atau 700 meter dari ujung aliran lava dengan arah luncuran ke tenggara," kata Andiani saat konferensi pers virtual, Minggu (5/12).

Setelah adanya pengamatan itu, kata Andiani, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Pemerintah Daerah Lumajang bahkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai early warning atau peringatan dini.

"Sudah diberitakan dalam wa grup bahkan 2 Desember sudah diimbau agar, sudah berhati-hati," katanya.

"Dan penyampaian evaluasi aktivitas Gunung Semeru setiap 15 hari kita sampaikan kepada stakeholder dan kita sampaikan saat rapat koordinasi dan melakukan press konferens kepada BNPB dan kami juga menjelaskan kepada media," tutup Andiani.

2 dari 2 halaman

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Batubara (ESDM) menetapkan status Gunung Semeru berada pada level dua waspada pasca erupsi pada Sabtu (4/12) kemarin.

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono menuturkan, dengan status Gunung Semeru yang masih berada di level dua, masyarakat, wisatawan, pengunjung diminta mematuhi seluruh rekomendasi yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM.

Rekomendasi yang wajib dipatuhi selama status Gunung Semeru level dua, yakni warga dilarang beraktivitas pada sekitar radius satu kilometer dari kawah dan Puncak Gunung Semeru dan jarak lima kilometer dari bukaan kawah di sekitar selatan dan tenggara sisi gunung.

"Lalu, mewaspadai awan panas guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru. Terutama, sepanjang aliran besuk kobokan, besuk kembang, kembar dan sepat," ujar Eko Budi saat jumpa pers pada Minggu (5/12) sore.

Selain itu, Eko juga mengimbau agar masyarakat tidak terpancing dengan informasi yang bukan dikeluarkan instansi berwenang, salah satunya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM.

"Kami terus berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga, BNPB, Pemda dan instansi terkait lainnya," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) mengalami erupsi yang disertai panas guguran dan hujan abu vulkanik cukup tebal hingga dua kecamatan terpantau gelap gulita di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12) sore.

Baca juga:
Gunung Semeru Erupsi, Pasokan BBM dan LPG di Lumajang Dipastikan Aman
Pesan Kapolri pada Korban Erupsi Gunung Semeru: Jangan Sungkan Minta Bantuan Polisi
Gunung Semeru Berstatus Waspada, Ini Imbauan Penting untuk Warga
Mensos Risma Tinjau Distribusi Bantuan Korban Erupsi Gunung Semeru
ESDM: Awan Panas Guguran Adalah Karakteristik Ancaman Khas Gunung Semeru
PLN Target Listrik di Wilayah Terdampak Erupsi Gunung Semeru Pulih Besok
Tak Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Kawasan Bromo Beroperasi Normal

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini