Putusan PTUN Terkait Tragedi Semanggi I & II Dinilai Pintu Masuk Negara Taat Aturan

Rabu, 4 November 2020 15:00 Reporter : Yunita Amalia
Putusan PTUN Terkait Tragedi Semanggi I & II Dinilai Pintu Masuk Negara Taat Aturan Peringatan 16 tahun Tragedi Semanggi. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara PTUN (PTUN) terkait pernyataan Jaksa Agung ST Burhanuddin disambut positif oleh koalisi pegiat hak asasi manusia, dan keluarga dari korban tragedi Semanggi I dan II.

Maria Catarina Sumarsih, ibu dari Benardinus Realino Norma Irawan, mahasiswa Universitas Atma Jaya yang tewas saat Tragedi Semanggi I, mengatakan momen ini merupakan pintu bagi negara untuk taat terhadap segala peraturan.

"Putusan PTUN ini berarti bahwa PTUN Jakarta menjadi pintu untuk memperbaiki agar pejabat negara taat di dalam melaksanakan peraturan dengan baik dan jujur, benar," ucap Sumarsih dalam diskusi virtual, Rabu (4/11).

Sumarsih mengatakan, selama rangkaian sidang, pihak Kejaksaan Agung tidak memberikan keterangan ataupun argumen yang jujur terkait proses penyelidikan dan penyidikan atas tragedi Semanggi.

"Dalam sidang di PTUN tidak ada kejujuran dari pihak Kejaksaan Agung," katanya.

Pernyataan Sumarsih ditimpali oleh anggota tim kuasa hukum penggugat, Trioria Pretty, yang menyebut Jaksa Agung Burhanuddin menunjukkan sikap inkonsisten terhadap pernyataannya.

"Dalilnya jaksa agung bilang bahwa pernyataan ini enggak signifikan. Ini cuma slip of tongue, karena proses bolak-balik berkas tetap dilakukan. Di sini ada ketidakkonsisten, kenapa jaksa agung tunjukan tidak ada pelanggaran HAM berat?" ujar Trioria.

"Jadi kita lihat di sini ada tidak konsisten upaya mengaburkan penegakan hukum yang sebenarnya terjadi."

Baca Selanjutnya: Diketahui Pengadilan Tata Usaha Negara...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini