Putusan bebas Sudjono Timan melecehkan hakim

Selasa, 27 Agustus 2013 05:31 Reporter : Ahmad Baiquni
Putusan bebas Sudjono Timan melecehkan hakim Sidang Newmont. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Mahkamah Agung (MA) membebaskan mantan Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI), Sudjiono Timan, terpidana kasus korupsi Rp 369 miliar. Majelis Hakim yang dipimpin Suhadi mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan kuasa hukum pemohon.

Putusan bebas ini tentu sangat mengejutkan semua pihak. Hal ini karena saat ini Sudjiono masih berstatus DPO alias buron. MA justru membebaskan terpidana yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

Mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan pun menyayangkan putusan bebas tersebut. Bagir sendiri adalah ketua majelis hakim di tingkat kasasi yang menjatuhkan pidana penjara selama 15 tahun kepada Sudjiono.

Menurut Bagir, status terpidana yang menjadi buron seharusnya menjadi pertimbangan majelis hakim untuk tidak menerima PK. Sebab, terpidana telah melakukan tindakan contemp of court (melecehkan persidangan).

"Menurut saya, hakim harus punya harga diri. Jadi, begini, dia kabur, dengan kata lain dia melecehkan hakim. Mestinya majelis PK memikirkan ini," ujar Bagir saat dihubungi di Jakarta, Senin (26/8).

Bagir juga menilai ada keganjilan diterimanya PK Sudjiono oleh MA. Menurut Bagir, seharusnya PK tersebut ditolak.

"Prosedur PK tidak benar karena diajukan istri. Istri itu bukan ahli waris karena terpidana belum mati," kata Bagir.

Bagir menerangkan, jika terpidana belum mati, keluarga dapat mengajukan PK jika yang bersangkutan menolak memohon PK. "Atau bisa juga dalam keadaan tidak mungkin misalnya sakit," ucap dia. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Mahkamah Agung
  2. Kasus BLBI
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini