Puti ingin bangkitkan kejayaan Majapahit jika pimpin Jawa Timur

Kamis, 31 Mei 2018 15:25 Reporter : Arif Ardlyanto
Puti ingin bangkitkan kejayaan Majapahit jika pimpin Jawa Timur Puti melestarikan budaya. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno menjadikan Majapahit sebagai kiblat kejayaan. Cucu Bung Karno ini ingin Jawa Timur bisa jaya seperti Kerajaan Majapahit.

"Dibawah kepemimpinan Hayam Wuruk (Raja Majapahit) ingin membuat satu wilayah kerajaan yang begitu besar," kata Puti Guntur Soekarno, pendamping Gus Ipul dalam Pilgub Jatim, Kamis (31/5).

Puti menuturkan, tekad yang dicanangkan Hayam Wuruk patut untuk dicontoh dalam memajukan Jawa Timur menjadi lebih baik. Jatim, ungkap dia, memiliki sejarah yang panjang dalam proses kejayaan sebuah bangsa. Dulu, ada sumpah amukti palapa yang diucapkan Gajah Mada. Sumpah tersebut memunculkan niat untuk membuat Majapahit menjadi kerajaan yang besar, hingga disegani kerajaan-kerajaan lain.

Bahkan, Majapahit bisa mendapatkan tempat di Kerajaan Madagastar hingga negeri Campa. Pamor Majapahit begitu mengkilap dibawah kepemimpinan Raya Hayam Wuruk dengan patih Gajah Mada. "Disinilah muncul cikal bakal Bangsa Indonesia," papar Putri Guntur Soekarno Putra ini.

Puti melestarikan budaya 2018 Merdeka.com

Dari cita-cita luhur Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, Puti meminta supaya masyarakat menjadikan sebagai simbol motivasi kemampuan orang Indonesia. Bahwa, orang Indonesia memiliki jiwa pejuang untuk mewujudkan mimpi yang bisa muncul. Perjuangan bisa terlihat dari darat hingga laut ke maritiman.

Bung Karno, lanjut Puti, memiliki jiwa kesatria dengan menggali kejayaan Majapahit, kemudian diwujudkan menjadi sebuah perjuangan kerakyatan dengan tujuan kesejahteraan bersama. Dari situ, mucul yang namanya Negara Indonesia. "Pendiri Bangsa Indonesia, melalui Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 1945, menetapkan terwujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia," papar dia.

Dalam NKRI, terdapat nilai-nilai Pancasila yang sebenarnya sudah ada sejak dulu. Pancasila sudah tertuang dalam Kitab Negara Kertagama, Semboyan Bhinneka Tunggal Ika, dan Kitab Sutasoma. Kitab-kitab itu dijadikan Bung Karno sebagai wujud perbedaan yang bisa diakomudir menjadi sebuah simbol kenegaraan.

Jadi, proses untuk menetapkan Pancasila telah diamabil dari sari-sari reruntuhan kitab-kitab zaman Majapahit. Untuk itu, sebagai generasi anak Bangsa tidak diperkenankan untuk lupa terhadap sejarah. "Kita tidak boleh lupa terhadap sejarah, jangan dijadikan sejarah sebagai sesuatu yang lapuk atau kuno. Tetapi sejarah harus menjadi cerminan kita untuk menjadi jaya," ucap Puti. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini