Puti Guntur gubah Puisi Bung Karno di buku Sarinah

Selasa, 13 Februari 2018 17:44 Reporter : Fahmi Aziz
Puti Guntur Soekarno menyampaikan pidato setelah pengundian nomer urut Pilkada, Selasa (13/2). ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pidato politik pertama Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno, telah memukau banyak pihak di forum rapat pleno KPU Jawa Timur, setelah pengundian nomor urut Pilkada, Selasa (13/2).

Ia menggubah puisi kakeknya, Bung Karno, yang dimuat di buku 'Sarinah' halaman 17-18. Sarinah adalah perempuan pengasuh Bung Karno di saat kecil. Pada buku yang ditulisnya itu, Sang Proklamator itu menegaskan Sarinah sebagai ikon peran penting perempuan.

"Ijinkan saya menyampaikan puisi yang pernah dibacakan Bung Karno, dalam buku 'Sarinah', yang mencerminkan persamaan antara perempuan dan laki-laki," kata Puti Guntur Soekarno.

Ia menyampaikan puisi itu, tanpa teks, dan menggubahnya dalam konteks Jawa Timur dan kebersamaan dirinya dengan Gus Ipul. Berikut puisi tersebut:

Kami berdua bagai kepak sayap burung garuda
Yang kanan dan yang kiri
Ketika kami berdua mengepakkan dengan kuatnya
Maka kami bisa terbang setinggi-tingginya
Menukik, menyentuh rakyat Jawa Timur
Sayap kami berdua, akan mengayomi rakyat Jawa Timur
Sehingga kemenangan kami berdua, kami yakinkan adalah kemenangan untuk seluruh rakyat jawa timur
Maka itu, kabeh sedulur kabeh makmur

Saat mengatakan 'kami berdua', Puti Guntur mengangkat dua jarinya. Saat pengundian nomor urut Pilkada, pasangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno mendapatkan nomor urut 2.

Pidato Puti juga menunjukkan kualitas dirinya dalam keterampilan berbicara di forum orang banyak. Tutur katanya lancar, suaranya mengguntur, disertai intonasi suara yang mantap. Hadirin dibuat terpukau, dan riuh bertepuk-tangan.

"Mohon doa dan restu dari rakyat Jawa Timur untuk kami berdua, Gus Ipul dan saya. Semoga kemenangan kami kelak adalah kemenangan rakyat Jawa Timur," kata Puti. [paw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini