Punya 8 Mobil Listrik Wisata, Gibran Ingin Kunjungan Turis ke Solo Meningkat

Jumat, 15 Oktober 2021 16:36 Reporter : Arie Sunaryo
Punya 8 Mobil Listrik Wisata, Gibran Ingin Kunjungan Turis ke Solo Meningkat Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. ©2021 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kini resmi memiliki 8 unit mobil listrik bantuan Tahir Foundation. Kedelapan mobil dengan tampilan klasik buatan China itu hari ini diluncurkan sebagai sarana wisatawan berkeliling kota.

Selama masa percobaan, warga maupun wisatawan digratiskan untuk menumpang mobil seharga Rp175 juta per unit tersebut.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berharap keberadaan mobil tersebut bisa mendukung sektor wisata di Kota Solo. Pihaknya melalui Dinas Perhubungan juga sudah menyiapkan rute untuk kedelapan mobil tersebut.

"Harapannya warga Kota Solo, turis-turis bisa mengunjungi tempat wisata dengan menggunakan mobil listrik ini," ujar Gibran, seusai peluncuran mobil listrik wisata di Pendapi Gede, Balai Kota Solo, Jumat (15/10).

Putra Presiden Jokowi itu menyampaikan, operasional mobil wisata akan dilakukan dalam waktu dekat, sambil menunggu pelat nomor diterbitkan. Saat ini pihaknya masih melakukan uji coba untuk selama beberapa hari.

"Hampir semua sudah kita bikinkan rutenya. Misalnya tempat wisata kampung, seperti Kampung Batik Laweyan dan lain-lain sudah kita bikinkan jalur. Untuk trial kita gratiskan dulu," katanya.

Ke depan pihaknya akan memberlakukan tarif untuk wisatawan yang memanfaatkan mobil listrik tersebut. Namun ia masih menunggu sejauh mana animo masyarakat.

"Kita lihat animo masyarakat dulu seperti apa," jelasnya.

Gibran menambahkan, mobil wisata baru yang melengkapi bus tingkat Werkudara dan Sepur Kluthuk Jaladara itu selain ikonik juga ramah lingkungan. Ia berharap warga dan wisatawan bisa menikmati keberadaannya. "Yang jelas ini harapannya bisa meningkatkan kunjungan wisata ke Solo," tukasnya.

Untuk itu, sejumlah event budaya yang pernah tertunda juga sudah disiapkan dalam waktu dekat. Di antaranya Solo Keroncong, Rock in Solo dan lainnya.

"Rock in Solo baru survey lokasi. Kita kemas dengan konsep yang agak berbeda. Karena belum bisa mendatangkan band luar negeri, kita pakai tang lokal dulu," bebernya. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini