Puluhan Warga Jabar Minta Dipulangkan dari Wamena

Kamis, 3 Oktober 2019 15:42 Reporter : Aksara Bebey
Puluhan Warga Jabar Minta Dipulangkan dari Wamena Ilustrasi pengendara melintasi Kantor Bupati Jayawijaya yang terbakar saat aksi unjuk rasa di Wamena. Antara

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya memulangkan warganya yang masih berada di Wamena. Selain itu, warga di luar Jabar pun akan difasilitasi untuk keluar dari wilayah konflik tersebut.

Dari data yang berhasil dihimpun, ada 73 orang yang sudah didata sebagai pengungsi. Tertulis dalam daftar data pengungsi Paguyuban Warga Jawa Barat korban kerusuhan Wamena tertanggal 23 September 2019.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, ada sekira 50 orang yang sedang dievakuasi sesuai dengan permintaan koordinator di Wamena untuk dipulangkan.

"Ingin pulang dulu karena tempatnya tidak bisa dipakai karena terbakar," kata Ridwan Kamil di gedung DPRD Jabar Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (3/10).

"Ini kita sedang menyiapkan, mudah-mudahan bisa berangkat hari ini. 50 orang yang ingin pulang ini didominasi oleh ibu-ibu dan anak-anak," ucap dia.

Pria yang akrab disapa Emil itu menyatakan bahwa ada ratusan warga Jabar yang sudah tinggal di Wamena. Sebagian besar dari mereka sudah berdokumen Papua. Namun, hal itu bukan menjadi soal.

"Prioritas mengembalikan mereka ke Jabar. (Warga Jabar yang sudah pindah domisili) Itu pasti saya bantu juga, meski KTP nya bukan Jabar, jadi kita tetap tidak pilah-pilah lah," terang dia.

Diketahui, pada Senin tanggal 23 September 2019 menjadi catatan sejarah berdarah di Wamena. Data Kementerian Kesehatan menyebutkan 31 orang menjadi korban jiwa.

Aksi anarkistis menyebabkan Wamena bak kota mati untuk sementara waktu dikarenakan eksodus yang dilakukan oleh hampir seluruh warga. Data kepolisian menyebut, angkanya mencapai 11 ribuan orang yang meninggalkan Wamena. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini