Puluhan Satwa Dilindungi Dijual di Facebook, 3 Pelaku Ditangkap

Rabu, 17 Februari 2021 15:24 Reporter : Erwin Yohanes
Puluhan Satwa Dilindungi Dijual di Facebook, 3 Pelaku Ditangkap Petugas merawat lutung budeng yang disita dari pelaku. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi menangkap tiga penjual satwa dilindungi di Jawa Timur. Ketiganya diringkus setelah terang-terangan menjajakan hewan langka itu melalui media sosial (medsos) Facebook.

Penangkapan dilakukan tim dari Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim) bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Mereka menangkap tiga tersangka di dua wilayah di Jawa Timur.

Tersangka NR (26) ditangkap di Dusun Biting, Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo. Sementara itu, dua tersangka lainnya, yakni pasangan suami istri, VPE (29) dan NK (21), yang diamankan di Perumahan Permata Biru, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. NK tidak ditahan lantaran sedang hamil.

Dari tangan ketiganya disita 15 ekor burung kakatua maluku, 1 ekor elang brontok dan 8 ekor lutung budeng.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengungkapkan, penangkapan itu berawal saat Unit III Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim mendapatkan informasi mengenai adanya dugaan penjualan satwa dilindungi di media sosial Facebook. Penjualnya menggunakan akun Enno Arekbonek songolaspitulikur.

Untuk memastikan jika satwa yang diposting dan dijual itu adalah satwa dilindungi, polisi menggandeng BKSDA untuk menelitinya. "BKSDA memastikan bahwa benar di postingan tersebut adalah satwa yang dilindungi," ujar Gatot, Rabu (17/2).

Petugas lalu melakukan penyelidikan ke Perumahan Permata Biru di Kota Kediri. Dari hasil pemeriksaan, VPE dan NK menjual satwa yang dilindungi berupa 1 ekor elang brontok dan 8 ekor lutung budeng.

Untuk kasus di Sidoarjo, polisi juga mendapatkan informasi tentang adanya penjualan satwa dilindungi di Facebook. Setelah melakukan penyelidikan, mereka mengamankan NR. Petugas juga menyita 15 ekor kakatua maluku yang akan dijualnya.

Dalam perkara ini, ketiga tersangka dijerat Pasal 40 ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. "Ancamannya pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta," jelas Gatot. [yan]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Satwa Indonesia
  3. Jawa Timur
  4. Surabaya
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini