Puan Desak Pemerintah Segera Buat Aturan Turunan UU TPKS

Kamis, 12 Mei 2022 18:07 Reporter : Ahda Bayhaqi
Puan Desak Pemerintah Segera Buat Aturan Turunan UU TPKS Penutupan masa sidang DPR. ©2022 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah segera menerbitkan peraturan turunan dari UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Sehingga UU TPKS bisa segera diimplementasikan.

Puan bersyukur akhirnya UU TPKS diundangkan secara resmi melalui lembaran negara.

"Kita kini bisa semakin lega karena UU TPKS sudah resmi diundangkan dan sudah siap untuk diimplementasikan. Kita berharap dengan hadirnya UU TPKS seluruh masyarakat, khususnya kaum perempuan, dapat terlindungi dari ancaman kekerasan seksual," kata Puan kepada wartawan, Kamis (12/5).

Sebelumnya, pemerintah resmi mengundangkan UU TPKS sebagai UU Nomor 12 Tahun 2022 melalui lembaran negara tahun 2022 nomor 120.

Puan mengingatkan perlu segera disusun dan diterbitkan peraturan turunan UU TPKS. Jangan sampai menunggu batas waktu dua tahun.

"Tidak perlu menunggu sampai batas waktu dua tahun. Semakin cepat peraturan turunan diterbitkan, semakin baik. Karena penanganan kasus kekerasan seksual akan lebih optimal," katanya.

Implementasi UU TPKS tidak hanya memberi jaminan penanganan kasus kekerasan seksual. Juga akan berfungsi dalam hal pencegahan hingga perlindungan dan pemulihan untuk korban.

"Lewat UU TPKS dan aturan turunannya, Negara dapat menjamin rasa aman rakyat dan perlindungan dari ancaman kekerasan seksual. Payung hukum ini juga akan memberi keadilan bagi seluruh korban," kata Puan.

Ketua DPP PDIP ini bilang akan ada 5 peraturan pemerintah (PP) dan 5 peraturan presiden (perpres) yang akan mendukung pelaksanaan UU TPKS. Puan pun menggarisbawahi aturan terkait Tim Terpadu dan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu dalam penanganan kasus kekerasan seksual.

"Aturan yang semakin rigid akan memperbaiki pola penyelesaian kasus-kasus kekerasan seksual yang selama ini sering kali buntu akibat belum adanya aturan khusus," ungkapnya.

"Kita berharap dengan adanya layanan terpadu yang terintegrasi antara para stakeholder terkait, korban kekerasan seksual dapat lebih mudah mendapat perlindungan dan pertolongan," sambungnya.

Mantan Menko PMK itu pun meminta agar Pemerintah gencar melakukan sosialisasi mengenai UU TPKS beserta aturan turunannya. Untuk yang pertama adalah di kalangan internal seperti kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan lembaga penegak hukum.

"Sehingga tidak lagi ada alasan pemakluman terhadap bentuk-bentuk kekerasan seksual, sekecil apapun itu. Dan apabila terjadi tindak kekerasan seksual, penegakan hukum harus diterapkan dengan tegas," ujarnya.

Tak hanya itu, Puan juga mengingatkan agar Pemerintah masif mensosialisasikan UU TPKS dan aturan turunannya kepada masyarakat. Ia menilai Pemerintah bisa bekerja sama dengan kelompok masyarakat sipil, khususnya yang selama ini fokus ikut memperjuangkan UU TPKS.

"Sosialisasikan di kalangan pendidikan, termasuk sekolah dan perguruan tinggi yang cukup banyak terjadi kasus-kasus kekerasan seksual. Kemudian di kalangan swasta agar perusahaan dapat lebih melindungi seluruh pekerjanya, dan tentunya di seluruh lapisan masyarakat lainnya," imbau Puan.

"Perjuangan panjang kita tidak boleh berhenti sampai di sini. Mari kita kawal bersama seluruh implementasi UU TPKS agar Indonesia terbebas dari kekerasan seksual," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meneken Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dengan nomor perundangan UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang TPKS. UU yang berisi 93 pasal ini resmi ditandatangani Presiden Jokowi pada 9 Mei 2022.

Salinan UU TPKS diunggah dalam website resmi jdih.setneg.go.id. UU TPKS resmi diundangkan pada 9 Mei 2022 dan masuk Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 120. [lia]

Baca juga:
Diteken Jokowi, UU TPKS Resmi Diundangkan
Ketua DPR Minta Aturan Turunan UU TPKS Dikawal agar Implementasi Lebih Kuat
UU TPKS dan Dampaknya Bagi Ketua DPR
Ketua DPR: UU TPKS Hadiah Bagi Perempuan di Hari Kartini
Ada UU TPKS, Kementerian PPA Nilai Perlu Tambah SDM Profesional
Implementasi UU TPKS Diharapkan Benar-Benar Berpihak Pada Korban

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini