KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

PT DI bakal 'bedol desa' ke Majalengka

Kamis, 18 Agustus 2016 14:22 Reporter : Andrian Salam Wiyono
PT Dirgantara Indonesia. ©2014 merdeka.com/nurul julaikah

Merdeka.com - Kantor PT Dirgantara Indonesia (DI) kabarnya bakal dipindahkan. Mereka akan menempati lokasi baru, di kawasan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.

Pemindahan perusahaan pesawat terbang pertama dan satu-satunya di Indonesia itu seiring dengan pembangunan bandara Kertajati.

"PT DI rencananya akan pindah dari Bandung, tapi tetap di Jabar. Karena kalau di Bandung sudah terlalu (penuh)," kata Direktur PT DI Budi Santoso, usai menemui Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (18/8).

Menurut Budi, pemindahan PT DI ke Kertajati atas perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Saat ini, PT DI bermarkas di kawasan Bandara Husein Sastranegara dinilai kurang layak dengan luas hanya 50 hektare.

"Pertemuan kami dengan presiden, ditanyakan, 'PT DI berapa luasnya? 50 hektare. Masa produksi kapal terbang segitu, enggak maju-maju.' Akhirnya Pak Presiden (memilih) di Kertajati," ujar Budi.

Di Kertajati, lanjut Budi, PT DI dijanjikan bakal menempati lahan sekitar 200-300 hektare. Pembangunan Bandara Kertajati saat ini terus dilakukan, mengingat fasilitas itu ditargetkan beroperasi pada 2017.

Pembangunan Bandara Kertajati juga buat mengganti fungsi Bandara Husein Sastranegara, dirasa sudah terlalu padat melayani penerbangan. BIJB Kertajati akan berdiri di atas lahan 1.800 hektare. Sedangkan luas terminal mencapai 9.200 meter persegi, diperkirakan bisa menampung 5 juta hingga 6 juta penumpang.

Ahmad Heryawan merasa pemindahan PT DI ke Majalengka sangat tepat. Sebab, Bandara Kertajati Majalengka memang direncanakan sebagai pusat industri penerbangan.

"Kita sambut baik. Karena bandara ini besar, mungkin setara dengan Cengkareng. Sehingga PT DI ke sana. Dalam rancangan sudah ada sebelah mana kawasan untuk PT DI. Kalau sekarang 45 hektare yang ada di Bandung. Kalau presiden arahannya 200 hektare. Lahan yang ada (aero city) 3600 ha. Kalau dikurangi 200-300 masih ada, dampaknya ini semakin positif," kata Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan. [ary]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.