PSSI Ungkap Sejumlah Kelalaian Panitia Pelaksana dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan

Selasa, 4 Oktober 2022 17:31 Reporter : Bachtiarudin Alam
PSSI Ungkap Sejumlah Kelalaian Panitia Pelaksana dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan Suasana kericuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. ©2022 REUTERS/Stringer

Merdeka.com - Tim Investigasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menemukan adanya sejumlah kelalaian dari pihak panitia pelaksana (Panpel) dalam pertandingan antara Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Ketua Asprov PSSI Jawa Timur, Ahmad Riyadh sekaligus Exco PSSI mengatakan, pihaknya melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab tragedi di Stadion Kanjuruhan. Mulai dari mewawancarai panitia, suporter dan pelaksanaan pra sampai pasca pertandingan.

"Prapertandingan semua proses berjalan sampai timbul rekomendasi itu dilaksanakan pada Tanggal 1 Oktober tersebut. Dilaksanakan pada menit pertama sampai menit 45 lalu, menit selanjutnya 45 sampai 90 berjalan dengan aman. Tidak ada kegiatan di luar, kegiatan berjalan sesuai aturan," katanya dalam jumpa pers virtual, Selasa (4/10).

2 dari 4 halaman

Dia menyebut kelalaian panpel itu terjadi ketika menit ketujuh usai peluit tanda akhir pertandingan ditiup wasit. Nampak ada seorang suporter turun kelapangan, namun gagal dihalau oleh stewart dari panpel.

"Tapi yang jelas itu pelanggaran (suporter masuk). Dan stewart terlambat untuk menghalau suporter untuk kembali lagi. Dalam kondisi tersebut dilanjutkan dengan suporter lainnya, pada berguguran lalu, teman-temannya merangsek," ujarnya.

Karena melihat kondisi yang semakin tidak kondusif, Riyadh mengungkapkan, lantas petugas dari kepolisian mengambil langkah pengamanan untuk turun tangan dengan menembakkan gas air mata.

3 dari 4 halaman

Namun ketika gas air mata ditembakan, pintu keluar yang seharusnya dibuka di menit 80 pertandingan masih berlangsung, ternyata belum dibuka.

"Dan kita menemukan panpel tidak membuka pintu dari menit 80, kita tidak menemukan itu. Yang jelas di sini ada kesalahan panpel," ungkapnya.

Menurutnya, dalam saat kerusuhan terjadi hanya sebagian pintu yang terbuka dan sisanya masih banyak yang tertutup. Ini terjadi akibat adanya miskomunikasi dengan panpel yang bertanggung jawab bertugas membuka pintu.

“Komando yang di sebelah sana belum melaksanakan untuk membuka. Yang dikomandoi untuk membuka kan ada beberapa petugas," tutupnya.

4 dari 4 halaman

Kasus Stadion Kanjuruhan Naik Sidik

Sekedar informasi, Bareskrim Polri resmi menaikan status tragedi kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur ke tahap penyidikan dengan mengenakan pasal kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa.

"Dari hasil pemeriksaan tersebut tim melakukan gelar perkara dari hasil gelar perkara meningkatkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo dalam jumpa pers, Senin (3/10).

Adapun pasal yang dipakai yakni Pasal 359 KUHP, “Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling ringan satu tahun.”

Kemudian, Pasal 360 KUHP berbunyi "Barangsiapa karena kesalahannya menyebabkan orang luka berat dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun atau hukuman kurungan selama-lamanya satu tahun."

"Tim hari ini melakukan pemeriksaan terkait Pasal 359 dan Pasal 360 KUHP dengan melakukan pemeriksaan 20 orang saksi," sebut Dedi. [fik]

Baca juga:
Kandungan Kimia dalam Gas Air Mata yang Dampaknya Fatal
Menpora Pastikan TGIPF Berpihak pada Korban Tragedi Kanjuruhan
Kapolri Copot Kapolres Malang, Ahmad Sahroni: Usut Terus Tragedi Stadion Kanjuruhan
Komisi III DPR: Polisi Harus Diberikan Sanksi Pidana atas Tragedi Kanjuruhan
Polri Dalami CCTV Enam Pintu Stadion Kanjuruhan, Lokasi Banyaknya Korban Meninggal
Komdis PSSI: Pertandingan Arema-Persebaya Digelar Atas Rekomendasi Kepolisian
Polri Periksa Anggota hingga Panitia terkait Tragedi Kanjuruhan, Total 29 Saksi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini