Psikolog bantah kejiwaan korban pelecehan T terganggu

Rabu, 27 April 2016 21:30 Reporter : Anisyah Al Faqir
Psikolog bantah kejiwaan korban pelecehan T terganggu Ilustrasi pelecehan seksual ©2015 Merdeka.com/www.weeklyvoice.com

Merdeka.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang praperadilan kasus pelecehan seksual yang dilakukan guru SMP 3 Manggarai Jakarta Selatan. Sidang yang digelar hari ini mengagendakan mendengar keterangan saksi dari pihak termohon yakni Polres Jakarta Selatan.

Dalam persidangan tersebut, tim kuasa hukum Polres Jakarta Selatan menghadirkan dua saksi. Pertama adalah saksi fakta, Kasubnit PPA Polres Jakarta Timur Elya Sofiatun, dan saksi ahli (psikolog), Nuke Setiyani.

Nuke mengungkapkan korban T telah mengalami pelecehan seksual. Ini terlihat dari jawaban korban yang selalu sama dan konsisten saat dilakukan pemeriksaan dengan psikolog yang berbeda.

"Kita bisa tahu apakah korban jujur atau tidak dari jawabannya. Korban tidak ditemani oleh siapapun saat dilakukan konseling. Bahkan dia tidak menunjuk seseorang atas hasil jawabannya. Selalu konsisten," tutur Nuke, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (27/4)

Nuke mengungkapkan, korban T telah melakukan pemeriksaan sebanyak 5 kali. Karenanya dia yakin bahwa korban tidak mengalami cacat kejiwaan seperti yang dituduhkan oleh kuasa hukum ER, Herbert Aritonang.

"Berdasarkan hasil psikolog, PTN normal. Tidak ada kelainan jiwa sama sekali. Jadi menurut saya itu sudah cukup, tak perlu mengkroscek ke guru BP di sekolahnya," tambah Nuke.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjutnya, korban T mengalami trauma setelah mendapatkan pelecehan seksual dari guru bahasa inggris itu.

"Waktu saya periksa, ia mengatakan bahwa ER pelakunya. Jadi beberapa hari NPT itu selalu terlambat. Selalu dipanggil ke ruang sekretaris guru. Pertama terlambat di raba. Lalu hari berikutnya, terlambat lagi disuruh buka baju oleh ER. Disitu dia teringat masa lalunya pada bulan Juli. Ia sangat trauma. Orang yang mengalami pelecehan itu traumanya sepanjang hidupnya. Tidak ada batasan waktu," terang Nuke. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Jakarta
  2. Guru Cabul SMPN 3 Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini