PSI Meminta Pemerintah Kaji Ulang Program Kartu Prakerja

Minggu, 3 Mei 2020 12:00 Reporter : Dedi Rahmadi
PSI Meminta Pemerintah Kaji Ulang Program Kartu Prakerja Ilustrasi Kartu Prakerja. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Program Kartu Prakerja menuai polemik. Bermula dari keterlibatan ruangguru di dalamnya. Terlebih, CEO Ruangguru, Adamas Belva merupakan staf khusus milenial Presiden Jokowi. Setelah ramai, akhirnya Belva memutuskan mundur dari Istana.

Program dengan nilai anggaran Rp5,6 triliun ini menjadi terobosan Pemerintah Jokowi guna membantu masyarakat yang terkena Pemutusan Hubungan Kontrak (PHK) karena dampak penyebaran Corona.

Terdapat delapan platform digital yang terlibat dalam program tersebut, yakni Tokopedia, Skill Academy by Ruang Guru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir dan Sisnaker.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta pemerintah untuk mengkaji ulang program tersebut. Ketua DPW PSI Sulawesi Selatan Fadli Noor menilai program itu berpotensi terhadap pemborosan uang negara.

"Kami tentu mengapresiasi kebijakan Presiden Jokowi menggenjot peningkatan kualitas SDM di Indonesia. Ini visi besar beliau di periode kedua. Namun patut disayangkan visi besar tersebut bisa kandas karena di tingkat operasional terkesan terburu-buru," ujar dia, Sabtu (2/5).

Menurut dia, pemerintah cukup membangun gerbang digital yang bisa diakses gratis oleh pihak membutuhkan. Untuk materi, lanjut dia, bisa mengandalkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"BNSP memiliki ribuan penyelenggara pelatihan dengan standar kompetensi yang telah dirumuskan bersama seluruh stake holder industri di negeri ini," jelas dia. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini