PSI apresiasi Pengadilan Tinggi Jambi vonis bebas korban pemerkosaan

Kamis, 30 Agustus 2018 07:14 Reporter : Fikri Faqih
PSI apresiasi Pengadilan Tinggi Jambi vonis bebas korban pemerkosaan ilustrasi pengadilan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memuji keputusan Pengadilan Tinggi (PT) Jambi yang membebaskan seorang gadis yang semula divonis penjara karena menggugurkan kandungan setelah ia hamil akibat diperkosa berkali-kali oleh kakaknya.

Untuk diketahui, WA (15 tahun) divonis penjara selama 6 bulan oleh Pengadilan Negeri (PN) Muara Bulian, Jambi, pada 19 Juli 2018, setelah dinyatakan bersalah karena melakukan aborsi kandungan akibat diperkosa oleh abangnya sendiri.

Pengadilan Tinggi Jambi pada Senin (27/8) menganulir keputusan itu. Majelis Hakim memutuskan untuk membebaskan WA karena gadis itu melakukan aborsi dalam kondisi yang memaksa.

"Alhamdulillah, ini adalah keputusan yang sangat adil. Keputusan ini sangat sejalan dengan hati nurani dan nilai-nilai kemanusiaan," kata juru bicara PSI Dara Adinda Kesuma Nasution dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/8).

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah memperhatikan nasib WA dengan adanya langkah pemulihan trauma terhadap WA. Mengingat, Dara mengungkapkan, sangat sulit untuk menjadi korban kejahatan seks berulangkali oleh keluarga sendiri, kemudian harus menggugurkan kandung dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

"Hal ini bisa terus menghantui dan mengganggu kehidupannya, bila tidak ditangani dengan benar," ujarnya.

Selain itu, Dara mengharapkan, WA harus difasilitasi melanjutkan sekolahnya yang sempat tertinggal. WA harus mendapatkan kembali haknya untuk menempuh pendidikan.

"Belajar kembali ke sekolah dan bergaul lagi dengan teman-temannya mudah-mudahan ikut membantu WA mengembalikan kondisi WA sehingga ia bisa meraih cita-citanya," jelasnya.

Dia juga mengingatkan pentingnya masyarakat memperhatikan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan. Data Pengurus Nasional Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) menyebut tren kekerasan terhadap perempuan dari tahun ke tahun terus meningkat.

Pada 2017, terdapat 350.472 kasus yang terdiri dari kekerasan fisik dan kekerasan seksual. Pada tahun yang sama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat ada 116 kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi.

"Itu adalah kondisi yang harus kita lawan bersama. Kekerasan terhadap anak dan perempuan harus dihentikan," tutup Dara. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini