Protokol Kesehatan Covid-19 Banyak Dilanggar, PSBB Bisa Diperketat Lagi

Sabtu, 1 Agustus 2020 14:23 Reporter : Ahda Bayhaqi
Protokol Kesehatan Covid-19 Banyak Dilanggar, PSBB Bisa Diperketat Lagi penerapan psbb jakarta. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Terpilih Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Dedi Supratman menilai, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dapat diperketat kembali. Apabila pelanggaran protokol kesehatan yang membuahkan kasus positif semakin meningkat.

"Protokol kesehatan tidak dijaga banyak pelanggaran, kasus terus meningkat tidak menutup kemungkinan PSBB dihidupkan lagi," kata Dedi dalam diskusi daring, Sabtu (1/8).

Namun, hal itu menjadi pilihan terakhir jika masyarakat tidak patuh protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru seperti sekarang ini. Hingga, banyak perusahaan yang melakukan pelanggaran. Dia mendorong perlu ada pemeriksaan berkala oleh petugas, terutama melakukan inspeksi mendadak di perkantoran.

"Di tempat umum juga demikian, saya belum lihat ada tim ada petugas khusus di masyarakat yang melakukan sidak atau survei di fasilitas umum," ucapnya.

1 dari 1 halaman

Dedi juga mengatakan, penggunaan diksi normal baru terlanjur membuat masyarakat euforia hingga banyak protokol kesehatan dilanggar. Bahkan, maklumat Kapolri mengenai larangan kerumunan dicabut.

"Akhirnya masyarakat sudah euforia sudah bebas lagi protokol kesehatan dilanggar, kerumunan polri pun dicabut kembali. Jadi memang saya pribadi solusi terbaiknya protokol kesehatan dijaga kalau simpul-simpul ekonomi akan dibuka," ucapnya.

Dedi juga mendorong sudah saatnya penerapan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. Minimal sanksi bisa diterapkan kepada masyarakat misalnya dengan melarang orang datang ke pasar atau rumah ibadah tanpa menggunakan masker.

Menurut dia, sanksi ini diperlukan agar mengurangi pelanggaran protokol kesehatan di masyarakat. "Itu satu mode yang perlu diterapkan juga karena tampaknya perjuangan berbulan-bulan mengimbau masyarakat sangat susah maka dari itu saatnya mempertimbangkan aspek punishment ini," ucapnya. [ray]

Baca juga:
PSBB Bodebek Diperpanjang Hingga 16 Agustus 2020
Mulai Agustus, Pemprov Sumsel Bakal Denda Warga Tak Pakai Masker Rp 500 Ribu
Pasar Apartemen Sewa Masih Tertekan Meski PSBB Dilonggarkan
PSBB Tangerang Raya Diperpanjang 14 Hari
Monas Masih Ditutup untuk Umum

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini