Prostitusi Online Tawarkan Mahasiswi Via WA di Surabaya Diungkap Polisi

Jumat, 7 Desember 2018 05:02 Reporter : Erwin Yohanes
Prostitusi Online Tawarkan Mahasiswi Via WA di Surabaya Diungkap Polisi Polisi ringkus Muncikari Mahasiswi dan Pekerja Freelance. ©2018 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Polisi bongkar kasus prostitusi online di Surabaya dan menangkap Joko Santoso (25), pegawai salah satu cafe yang menjadi mucikari. Modusnya, mucikari asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Bancar, Tuban, Jawa Timur ini menawarkan cewek-cewek asuhannya pada para lelaki hidung belang melalui WhatsApp.

Setidaknya, Joko memiliki 15 cewek asuhan yang datang dari berbagai latar belakang. Rata-rata adalah mahasiswi dari perguruan tinggi di Surabaya dan pekerja freelance. Para lelaki hidung belang tersebut akan menemui tersangka di cafe tempatnya bekerja setelah memilih cewek yang hendak dibooking. Joko juga akan mempertemukan dan mengenalkan cewek-cewek yang telah dipilih dengan para lelaki tersebut.

"Jika sudah oke, mereka akan bertransaksi di tempat tersebut," ujar Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, AKP Agung Widoyoko, Kamis (6/12).

Agung menambahkan, untuk persatu cewek, tersangka membandrol harga sekitar Rp 3 juta. Dari harga tersebut, tersangka akan mendapatkan fee sebesar Rp 500 ribu.

"Tersangka sudah satu tahun ini menjalani bisnis itu. Atas kasus ini, dia dijerat dengan Pasal 2 UU RI No 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)," ungkapnya.

Dia menambahkan, selama ini tersangka mengaku menjalankan bisnis prostitusi online tersebut sendirian. Namun, polisi akan mengembangkan kasus tersebut untuk menguak kemungkinan jaringan bisnis esek-esek yang melibatkan tersangka. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini