Prostitusi Online di Bali Dibongkar Polisi, Satu Muncikari Diciduk

Kamis, 17 Juni 2021 11:28 Reporter : Moh. Kadafi
Prostitusi Online di Bali Dibongkar Polisi, Satu Muncikari Diciduk Ilustrasi prostitusi online. ©2017 Merdeka.com/yan m

Merdeka.com - Seorang perempuan bernama Puput Mawaryanih (28) yang merupakan mucikari asal Bekasi, Jawa Barat, ditangkap kepolisian Polsek Negara, Bali, karena melakukan kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

"Motifnya, untuk mendapatkan keuntungan. Di mana, setiap sekali kencan terduga pelaku memproleh uang jasa sejumlah Rp 50.000," kata Kapolsek Negara AKP I Gusti Made Sudarma Putra, Kamis (17/6).

Peristiwa itu, terjadi di Jalan Denpasar-Gilimanuk, di penginapan Sawah Asri, Banjar Baluk I, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Senin ( 14/6) lalu, sekitar pukul 21.00 Wita.

Terungkapnya kasus tersebut, saat itu korban berinisial AH (27) datang ke Polsek Negara dan melaporkannya bahwa dirinya menjadi korban prostitusi online.

Peristiwa itu berawal, saat korban dikenalkan sama sopir travel dengan pelaku. Kemudian, korban berencana mau mencari kerja di tempat SPA dan korban diajak ke Aquarium di daerah Denpasar, Bali, dan korban dikontrak tiga bulan.

Namun, korban menolak dan lalu korban diajak kembali kerumah indekosnya oleh pelaku. Kemudian pada Sabtu ( 12/6), korban dan temannya akan diajak ke Singaraja, Kabupaten Buleleng, dan menginap di salah satu tempat.

Setelah itu, korban bersama saksi berinisial AYN diajak ke daerah Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, dan menginap di Sawah Asri, Desa Baluk atau TKP.

Kemudian, setelah di sana korban dicarikan tamu laki-laki oleh pelaku, pada Minggu (13/6), dan korban melayani dua laki-laki lalu korban mendapatkan uang sebesar Rp 450.000.

Namun, uangnya oleh korban diberikan ke pelaku. Tetapi, karena korban tidak tahan, akhirnya korban melarikan diri melalui kaca jendela dan lompat pagar tembok penginapan.

"Sehingga sampai di jalan (korban) melaporkan peristiwa tersebut ke kantor Polsek Negara," imbuhnya.

Lewat peristiwa itu, akhirnya pihak kepolisian langsung mendatangi TKP dan menangkap pelaku dan dibawa ke Mapolsek Negara.

"Modusnya, yang bersangkutan menawarkan korban melalui aplikasi Mi Chat kepada para lelaki untuk diajak melakukan hubungan badan dengan tarif uang Rp 200.000 hingga Rp 400.000 untuk satu kali berhubungan," ujar AKP Sudarma. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Prostitusi Online
  3. Prostitusi
  4. Denpasar
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini