Prostitusi dan Judi Terus Diburu, Gibran Ingin Solo Bebas Penyakit Masyarakat

Kamis, 4 Maret 2021 18:39 Reporter : Arie Sunaryo
Prostitusi dan Judi Terus Diburu, Gibran Ingin Solo Bebas Penyakit Masyarakat Gibran Dilantik Jadi Wali Kota Solo. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka berkomitmen untuk terus memberantas penyakit masyarakat (pekat) bersama jajaran Polresta Surakarta. Untuk itu ia terus mendukung operasi pekat yang digelar jajaran kepolisian.

"Banyak aduan masyarakat yang datang ke saya. Ini sangat penting dan harus kita bersihkan, bukan PSK (pekerja seks komersial)-nya saja, judinya juga akan saya berantas," ujar Gibran kepada wartawan, Kamis (4//3).

Ucapan Gibran yang juga pernah dilontarkan saat kampanye itu juga dibuktikan, setelah dirinya bersama Teguh Prakosa dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo, Jumat pekan lalu. Sehari setelahnya, Gibran ikut terjun memantau operasi pekat di Gilingan dan Kestalan bersama Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Dalam operasi tersebut 36 PSK berhasil diamankan. Kemudian pada operasi selanjutnya, Selasa malam, jajaran Polresta berhasil menggelandang 10 PSK untuk kemudian diserahkan ke Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama, Jongke, Laweyan Solo.

"Selama saya blusukan sebelum maupun setelah kampanye, banyak mengeluhkan itu terus. Tetapi tidak pernah ada follow up-nya," tandasnya.

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menegaskan, operasi pekat yang dilakukan bersama jajaran kepolisian tidak hanya menyasar pada prostitusi saja. Namun juga lainnya, termasuk perjudian.

Sementara itu Polresta Surakarta hari ini juga melakukan giat operasi pekat di lokasi Gilingan maupun Kestalan. Kasat Sabhara Kompol Sutoyo menjelaskan, operasi tersebut dilakukan pada siang hari ini, karena adanya laporan masyarakat. Namun sayang karena bocornya informasi hanya 3 PSK yang diamankan.

"Informasi yang kami terima dari medsos kami tindaklanjuti. Dari lokasi Gilingan dan Kestalan, kami berhasil mengamankan 3 PSK," katanya.

Sutoyo menjelaskan, para PSK tersebut dibawa ke Mapolresta Surakarta untuk dilakukan pendataan. Mereka akan dikirim ke Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama untuk dilakukan pembinaan.

"Kepada warga masyarakat, kalau masih ada kegiatan di sekitar lokasi silakan diinformasikan ke Call Center Tim Sparta Polresta Surakarta," pungkas Sutoyo. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini