Program pemerataan NH-Aziz sejalan dengan tantangan Sulawesi Selatan

Rabu, 14 Februari 2018 13:00 Reporter : Aan Pranata
Nurdin Halid-Aziz. ©2018 Merdeka.com/Miftahul Khaeriyah

Merdeka.com - Calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 1, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar seringkali mengungkapkan soal kesenjangan ekonomi.

Mereka pun berencana mengusung program kesejahteraan yang merata, jika terpilih sebagai kepala daerah di Sulsel pada periode 2018-2023.

Nurdin mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi di Sulsel beberapa tahun terakhir terbilang tinggi. Meski begitu, hanya dirasakan di sebagian daerah.

"Dari data BPS, kesenjangan ekonomi berkisar 0,41 dan mungkin terburuk di Indonesia. Artinya yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin," kata Nurdin.

Nurdin dan Aziz yang 'turun kasta' dari panggung politik nasional, berencana menyusun sejumlah program dengan garis besar trikarya. Program ini menekankan pembangunan berbasis infrastruktur, ekonomi berbasis kerakyatan, dan pembangunan berbasis kearifan lokal.

"Kampung yang saya kehendaki adalah kampung yang rakyatnya maju mandiri dan sejahtera. Infrastruktur rakyatnya baik, memadai. Dan kehidupan sosial, kemasyarakatan dan ekonomi yang baik," ujar Nurdin Halid.

Kesenjangan ekonomi dan sosial juga diakui lembaga riset Institute for Development of Economic and Finance (INDEF). Menjadi tantangan bagi gubernur Sulsel terpilih, untuk mewujudkan pemerataan.

"Ekonomi Sulsel yang rata-rata 7 persen, termasuk selalu di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Yang jadi persoalan, pertumbuhan tersebut hanya di sebagian daerah," kata Direktur INDEF Enny Sri Hartaty di Makassar.

Bagi Enny, gubernur Sulsel di masa depan dituntut memperbaiki taraf ekonomi masyarakat secara merata. Itu juga sesuai amanat konstitusi, yakni menciptakan dan mewujudkan kesejahteraan umum.

Enny mengatakan, harapan masyarakat Sulsel hampir sama dengan di daerah lain di Indonesia. Yang terpenting adalah terpenuhinya kebutuhan dasar sebagai manusia. Antara lain seputar makanan dan minuman, pekerjaan, maupun tempat tinggal.

"Berbagai persoalan di belahan dunia terjadi karena ketimpangan sosial dan ekonomi. Menjadi tugas kita semua mencari solusi agar ketimpangan, khususnya kemiskinan bisa diatasi," ujar Enny.

"Sulsel sebagai sentral di kawasan timur adalah masa depan Indonesia. Daerah ini akan menjadi harapan baru, karena Jawa sudah penuh dengan berbagai persoalannya," dia melanjutkan. [paw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini