Prihatin, Fahri Hamzah harap Meiliana melakukan banding

Kamis, 23 Agustus 2018 14:22 Reporter : Sania Mashabi
Prihatin, Fahri Hamzah harap Meiliana melakukan banding fahri hamzah. ©2018 Merdeka.com/dokumen pribadi

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyayangkan putusan terhadap Meiliana warga Tanjung Balai, Sumatera Utara terkait kasus penodaan agama di Tanjung Balai, Sumatera Utara dua tahun lalu. Dia hanya berharap Meiliana bisa menempuh mekanisme banding ke pengadilan.

"Saya membaca kronologi dan merasa prihatin sebab saya melihat masyarakat pada awalnya telah menempuh mekanisme dialog. Begitulah seharusnya masalah antar kita selayaknya kita bicarakan baik," kata Fahri pada wartawan, Kamis (23/8).

"Kalau sudah menjadi keputusan pengadilan memang kita hanya berharap bahwa Meliana akan terus menggunakan haknya untuk banding," sambungnya.

Menurutnya, hanya jalur banding yang bisa ditempuh oleh Meiliana. Fahri juga menyayangkan upaya dialog yang dilakukan di awal mula kejadian terjadi itu tak membuahkan hasil.

"Karena hanya dengan cara itu jalur hukum yang tersedia. Semoga hakim banding bisa diyakinkan dengan argumen baru," ungkapnya.

"Saya tidak baca delik apa yang dipakai. Tetapi saya menyayangkan kenapa dialognya gagal," ucapnya.

Diketahui, Meiliana (44) tak berhenti menangis setelah dijatuhi hukuman 1 tahun 6 bulan penjara. Dia dihukum setelah terbukti bersalah melakukan tindak pidana penodaan agama yang memicu kerusuhan bernuansa SARA di Tanjung Balai, Sumut, dua tahun lalu.

Hukuman terhadap Meiliana dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (21/8). Majelis menyatakan perempuan itu telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 156A KUHPidana.

"Menyatakan terdakwa Meliana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia. Menjatuhkan kepada terdakwa pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dikurangi masa tahanan," kata Wahyu. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Fahri Hamzah
  2. Penistaan Agama
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini