Prihatin ada nikah siri online, Rieke usul revisi UU perkawinan

Rabu, 18 Maret 2015 22:35 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Prihatin ada nikah siri online, Rieke usul revisi UU perkawinan Rieke Dyah Pitaloka. ©2015 merdeka.com/dede rosyadi

Merdeka.com - Fenomena pernikahan siri secara online membuat sebagian masyarakat prihatin. Namun praktik seperti ini tidak dapat dihindari keberadaannya. Anggota Komisi IX DPR RI Rieka Diah Pitaloka mengaku tengah memperjuangkan revisi undang-undang tentang pernikahan.

Selama ini UU perkawinan dinilai masih ada beberapa poin yang tidak memprioritaskan kesetaraan wanita.

"Saya orang yang merasa pernikahan itu bukan untuk main-main. Buat saya pernikahan itu bukan sesuatu yang bukan sekedar mendapatkan formalitas. Itulah kita sedang berjuang adanya revisi UU Perkawinan, karena fenomena ini (nikah siri online) saya enggak ngerti tujuannya apa, cari sensasi atau apa?," kata Rieke di Bandung, Rabu (18/3).

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, dengan adanya usulan revisi UU perkawinan, keberadaan suami dan istri bukanlah semata hanya mendapatkan pengakuan dari negara yang tercatat dalam buku nikah.

"Tapi suami dan istri ini bisa membangun kebahagiaan bersama, bukan pembebanan. Da, rumah tangga mah enggak bisa sendiri-sendiri atuh," ungkap Rieke.

Dia mengaku tidak bisa mengkritik banyak ihwal fenomena yang tengah diperbincangkan masyarakat ini. "Apa motivasi mereka melakukan nikah siri online, saya di sini enggak berhak mengkritik juga. Karena itu keputusan personal," jelasnya.

Yang pasti dalam pernikahan, kesetaraan harus bisa dijunjung. Dalam undang-undang perkawinan yang ada sekarang ini, dia juga tengah memperjuangkan adanya penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

"Kekerasan seksual kan enggak masuk kemarin. Nah, beberapa undang-undang, yang konteks penting seperti pembantu rumah tangga masuk tapi tidak prioritas, nah harapannya denga revisi ini perempuan bisa lebih terperhatikan," tandasnya.

Belakangan pernikahan siri online ini mengundang kontroversi. Pernikahan di bawah tangan itu bisa dilakukan secara online melalui saluran telepon dan jaringan video lainnya. Bahkan wali mempelai perempuan bisa disediakan oleh penghulu yang jasanya lewat online. [bal]

Baca juga:
Kemenag sebut buku nikah siri dari biro jasa hasil curian
Kemenag sebut kebanyakan kasus nikah siri untuk poligami
Kemenag: Nikah siri enak di depan, belakangnya bikin susah
Psikolog: Anak hasil pernikahan siri bisa jadi minder
Sosiolog: Nikah siri dampaknya bisa digerebek warga
MUI sentil penghulu yang gampangkan syarat nikah siri

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini