Pria yang Terobos Penjagaan Mako Brimob Bali Diketahui Ketergantungan Obat Penenang

Kamis, 14 November 2019 16:49 Reporter : Moh. Kadafi
Pria yang Terobos Penjagaan Mako Brimob Bali Diketahui Ketergantungan Obat Penenang Pria di Bali teriak Bom diamankan. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolsek Denpasar Timur Kompol I Nyoman Karang Adiputra membantah bahwa pria bernama Cok Subagio (55), menerobos Pos Penjagaan Mako Brimob Bali sambil berteriak bom. Menurutnya, pria tersebut diketahui ketergantungan obat penenang.

"Tidak ada itu (teriak bom). Dia tidak teriak bom, cuma menerobos dan tidak ada identitas apa," kata Adiputra saat ditemui di Mapolsek Denpasar Timur, Kamis (14/11).

Cok Subagio diketahui berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Menurut Adiputra, dari keterangan istrinya, bahwa Cok Subagio sudah lama sakit depresi.

"Statusnya sakit depresi, menurut keterangan istrinya sudah dari umur 25 tahun. Dia masih ketergantungan obat penenang," ujar Adiputra.

"Jadi menurut keterangan istrinya dia memang sedang sakit. Tadi istrinya sedang menebus obat ke apotik dan ditinggal, dia (Cok Subagio) sedang tidur. Begitu balik suaminya sudah tidak ada. Lalu ada informasi suaminya ada di kantor polisi," jelasnya.

Saat diinterogasi, Cok Subagio hanya diam. Polisi sudah membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar untuk diperiksa.

"Sedang dilakukan (pemeriksaan) di Rumah Sakit Bhayangkara. Untuk memastikan apakah dia benar (depresi). Tapi dokter yang menangani dia berobat di Rumah Sakit Dharma Yadnya, bahwa dokter Agung Sudewi saat dikonfirmasi telpon beliau sedang sibuk sehingga belum bisa memberikan keterangan," ungkap Adiputra.

Ia juga menerangkan, selama ini Cok Subagio masih ketergantungan obat penenang. Selain itu, dia sering kumat.

"Iya sering kumat. Tadi saya juga lihat mengguyur badannya (sendiri) dengan air saat berpakaian lengkap, saat kita amankan," terangnya.

Adiputra juga menyampaikan, Cok Subagio selama ini berprofesi sebagai tukang bangunan atau kerja serabutan.

"Kalau nanti dia memang benar sakit jiwa, kita serahkan kepada keluarganya untuk berobat," ujar Adiputra. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Gangguan Jiwa
  3. Denpasar
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini