Pria ngaku TNI yang halangi ambulans diduga 'cuma' penjual pulsa

Senin, 16 April 2018 16:02 Reporter : Yan Muhardiansyah
pria ngaku anggota TNI di medan. ©2018 youtube

Merdeka.com - Seorang pengendara sepeda motor tak tinggal diam dengan aksi pria yang mengaku anggota TNI dan menghalang-halangi laju kendaraan pembawa pasien gawat darurat di Medan. Mereka mendapat informasi pria itu diduga bukan tentara melainkan penjual paket internet.

"Kami mendapat informasi, dia itu memang bukan tentara, tetapi penjual paket internet di Lubuk Pakam. Begitu informasinya. Kami berencana ke sana untuk mengeceknya," kata Steven Willy Andry, koordinator wilayah Sumut pada komunitas Indonesia Escorting Ambulance (IEA), saat dihubungi merdeka.com, Senin (16/4).

Steven juga menjelaskan kronologi pengawalan ambulans yang videonya kemudian menjadi viral. Kendaraan itu ternyata membawa pasien dari ICU RS Vita Insani, Pematang Siantar.

Operator ambulans menghubungi pihak IEA Medan dan meminta pengawalan. Mereka pun mulai dikawal dari pintu keluar tol Lubuk Pakam. "Pasien mau dibawa ke RS Pirngadi Medan, jadi kita kawal," jelas Steven.

Ternyata menjelang pintu Tol Tanjung Morawa, laju ambulans dengan pengawalan IEA itu terhambat. Mobil silver BK 1314 GM menolak memberi jalan. Pengemudinya malah sempat berdebat dengan anggota IEA. Kejadian itu pun diabadikan dalam rekaman video yang kemudian menjadi viral.

Seperti diketahui, di pengujung video tersebut, pria pengemudi mobil sempat turun dari mobil. "Aku TNI, bodoh," katanya sambil mendekati perekam video.

Sempat ada gestur, pria itu akan memukul si perekam video. "Tapi anggota kita nggak ada dipukul kok," ucap Steven.

Pengakuan pria itu sebagai TNI juga berbuntut panjang. Pihak Kodam I Bukit Barisan (BB) pun mencarinya. "Sampai hari ini sudah beberapa satuan Kodam I/BB menyatakan pria itu bukan anggota Kodam I/BB. Kalau kita lihat perilakunya bukan cerminan prajurit Kodam I/BB yang selalu membantu kesulitan masyarakat seperti yang sering kita lihat," kata Kapendam I Buki Barisan Kolonel Inf Edy Hartono.

"Kita mohon bantuan sama-sama cari orang tersebut, karena sudah menjelekkan TNI," lanjutnya. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini