Pria miskin di Banyumas ketagihan gauli anak hingga hamil

    Reporter : Chandra Iswinarno | Senin, 22 Juli 2013 01:05
    Pria miskin di Banyumas ketagihan gauli anak hingga hamil
    Ilustrasi perkosaan, pelecehan seksual, pencabulan. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock

    Merdeka.com - Seorang kepala keluarga dari kalangan masyarakat ekonomi lemah di Kabupaten Banyumas, tega mencabuli anaknya lantaran tidak kuasa menahan nafsu melihat sang anak.

    Cara Irit Pererat Pertemanan dengan Jalan-JalanAdalah St (46), warga Desa Kutaliman Kecamatan Kedungbanteng Banyumas Jawa Tengah tega menghamili anak kandungnya, S (17) selama 3 tahun terakhir.

    S sendiri merupakan anak kedua dari lima bersaudara yang hidup bersama ayahnya. Terbongkarnya aksi pencabulan terjadi saat tetangga rumah St, yang curiga melihat perubahan fisik pada perut S yang semakin membesar.

    "Setelah didesak tetangganya dan dibawa berkonsultasi ke bidan setempat, akhirnya S mengaku bahwa dirinya hamil akibat perbuatan ayahnya," jelas Kepala Polisi Sektor (Polsek) Kedungbanteng, Ajun Komisaris Sambas BW, Minggu (21/7).

    Kejadian tersebut, langsung dilaporkan ke perangkat Desa Kutaliman untuk segera ditindaklanjuti. Pihak desa kemudian melakukan musyawarah untuk mengambil tindakan terhadap St yang sebenarnya tergolong masyarakat lemah dalam perekonomiannya.

    Akhirnya paman korban, Setyo (35) melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kedungbanteng. Hingga akhirnya pada tanggal 20 Juli 2013 dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, St dijemput dari rumahnya oleh petugas dengan didampingi perangkat desa.

    Saat dimintai keterangan di hadapan petugas, tersangka mengaku kesepian sejak istrinya meninggal 4 tahun silam. Dari pengakuan tersangka, lanjutnya, aksi bejat tersebut dilakukan sejak 3 tahun yang lalu.

    "Tersangka merasa tertarik pada sang anak, karena saat melihat anaknya, seperti melihat istrinya. Tersangka mengakui tak bisa membendung nafsunya, apalagi mereka tidur di kamar yang sama," jelas Sambas.

    Sejak menggauli anaknya, tersangka mengaku ketagihan. Bahkan, perbuatan bejat itu dilakukan hampir setiap hari.

    Dari pengakuan S, ia kerap menolak permintaan bejat sang ayah dan berkali-kali melakukan perlawanan. Namun korban tak berdaya. "Dari pengakuan korban, perbuatan tersebut terakhir dilakukan pada puasa hari ketiga," jelasnya.

    Tersangka saat ini masih mendekam di tahanan Polsek Kedungbanteng dan dijerat Pasal 46 UU Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

    Sementara itu, Aktivis Pusat Pelayanan Terpadu Berbasis Gender dan Anak (PPTBGA) Purwokerto, Yuning Prabakti menyatakan saat ini akan dilakukan penanganan terhadap keluarga S yang termasuk keluarga yang kurang mampu.

    "Rencananya nanti setelah korban melahirkan, dia bersama dan bayinya akan ditempatkan di Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA) Satria Baturraden untuk dirawat. Sedangkan solusi dari pemerintah desa, adik-adik korban akan dititipkan di panti asuhan yang ada," jelasnya.

    Baca juga:
    Ancam tak beri makan, ayah tiri cabuli anak ratusan kali
    Ayah tiri di Boyolali hampir setiap hari perkosa anaknya
    Ayah di Boyolali tega cabuli anak tirinya hingga 800 kali
    Ditinggal mati istri, bapak di Boyolali perkosa anak kandungnya
    Diperkosa bapaknya, bocah 13 tahun mengadu di makam ibunya

    [ian]

    Rekomendasi Pilihan

    KUMPULAN BERITA
    # Pemerkosaan

    Komentar Anda



    BE SMART, READ MORE