Presiden Jokowi Lantik Mendikbud-Ristek Nadiem dan Menteri Investasi Bahlil

Rabu, 28 April 2021 15:35 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Presiden Jokowi Lantik Mendikbud-Ristek Nadiem dan Menteri Investasi Bahlil Jokowi lantik Nadiem dan Bahlil. ©Istimewa

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik dua menteri nomenklatur baru yaitu Nadiem Makarim sebagai Mendikbud Ristek dan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM. Pelantikan tersebut dilakukan di Istana Negara, Rabu (28/4).

Pelantikan tersebut sesuai dengan Keputusan Presiden No 72/P/2021 Tentang Pembentukan dan Pengubahan Kementerian, Serta Pengangkatan Beberapa Menteri Negera Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024.

Jokowi juga melantik Laksana Tri Handoko sebagai Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) yaitu Laksana Tri Handoko. Handoko sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pelantikan Handoko berdasarkan Keppres RI Nomor 19 M tahun 2021 tentang Pengangkatan Kepala BRIN.

Jokowi kemudian memimpin sumpah jabatan, yang kemudian diikuti oleh kedua menteri dan kepala lembaga. Mereka berjanji akan menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Jokowi.

Pelantikan terpantau menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19). Baik Jokowi, dan para menteri yang dilantik, serta pejabat negara yang hadir memakai masker dan menjaga jarak.

Isu reshuffle sendiri telah berhembus sejak beberapa pekan lalu. Hal itu usai DPR RI menyetujui peleburan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) serta pembentukan Kementerian Investasi.

Adapun Menristek/Kepala BRIN sebelumnya dijabat oleh Bambang Brodjonegoro. Kini, dia tak masuk dalam susunan kabinet Indonesia Maju. Bambang pun telah pamit dari kementeriannya beberapa hari lalu. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini